
Perkembangan Keamanan Data di Windows 11
Microsoft telah meluncurkan pembaruan penting untuk fitur keamanan BitLocker dalam sistem operasi Windows 11. Penambahan akselerasi perangkat keras membuat BitLocker menjadi lebih cepat dan aman dibandingkan sebelumnya, terutama untuk pengguna yang mengandalkan media penyimpanan NVMe.
BitLocker adalah alat enkripsi yang digunakan untuk melindungi data di laptop atau komputer pribadi. Fitur ini mengenkripsi seluruh isi penyimpanan, sehingga data tidak dapat dibaca oleh pihak lain tanpa izin. Proses ini bekerja secara otomatis saat komputer dinyalakan, dengan bantuan chip keamanan bernama TPM (Trusted Platform Module) yang menyimpan kunci enkripsi secara aman.
Namun, dengan perkembangan teknologi penyimpanan, khususnya media NVMe yang sangat cepat, proses enkripsi BitLocker mulai terasa membebani sistem. Dalam aktivitas berat seperti bermain game atau mengedit video, enkripsi ini bisa sedikit mengurangi performa karena masih ditangani oleh CPU.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Microsoft kini memindahkan sebagian besar beban kerja BitLocker ke perangkat keras khusus. Dengan demikian, proses enkripsi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada CPU, sehingga kinerja komputer menjadi lebih ringan dan responsif.
Pembaruan BitLocker di Windows 11
Menurut informasi dari Microsoft, BitLocker kini secara otomatis menggunakan enkripsi yang lebih kuat dan lebih cepat di perangkat modern. Saat mengaktifkan BitLocker, perangkat yang didukung dengan drive NVMe bersama dengan salah satu SoC berkemampuan crypto offload baru akan menggunakan BitLocker yang dipercepat perangkat keras dengan algoritma XTS-AES-256 secara default.
Dengan memanfaatkan kemampuan system-on-a-chip (SoC) yang memiliki modul keamanan dan lingkungan aman, proses enkripsi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada CPU. Hasilnya, kinerja komputer menjadi lebih ringan dan responsif.
Pada perangkat yang mendukung, seperti laptop dengan media penyimpanan NVMe dan chip terbaru yang mampu menangani enkripsi secara langsung, BitLocker akan otomatis berjalan dalam mode akselerasi perangkat keras. Mode ini menggunakan algoritma keamanan tingkat tinggi XTS-AES-256 tanpa perlu pengaturan tambahan dari pengguna.
Hasil Pengujian dan Manfaat
Dalam pengujian nyata, BitLocker versi baru ini mampu mengurangi penggunaan CPU hingga sekitar 70% saat melakukan aktivitas baca-tulis data, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada spesifikasi perangkat masing-masing.
Selain itu, keamanan juga meningkat. Sekarang kunci enkripsi BitLocker dilindungi langsung oleh perangkat keras, sehingga jauh lebih sulit diserang lewat celah CPU atau memori.
Fitur BitLocker yang dipercepat perangkat keras sudah tersedia mulai dari Windows 11 versi 24H2 dengan pembaruan September terpasang dan akan terus dikembangkan ke Windows 11 25H2.
Dukungan Awal dan Pemeriksaan
Dukungan awal difokuskan pada perangkat dengan Intel vPro dan prosesor Intel Core Ultra Series 3, sementara dukungan untuk chip dari vendor lain akan menyusul secara bertahap.
Bagi pengguna yang ingin memastikan apakah perangkatnya sudah menggunakan BitLocker versi baru, pengecekan bisa dilakukan dengan perintah sederhana di Command Prompt. Jika pada metode enkripsi tertulis hardware accelerated, berarti fitur ini sudah aktif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar