Mimpi Buruk Jonatan Christie Saat Jadi Lawan Tunggal Putra Malaysia di Malaysia Open 2026


Pebulu tangkis tunggal putra asal India, Lakshya Sen, telah tiba di Kuala Lumpur lebih awal dari jadwalnya menjelang penyelenggaraan Malaysia Open 2026 yang akan berlangsung pada tanggal 6 hingga 11 Januari.

Keputusan Sen untuk tiba lebih awal menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan diri secara maksimal sebelum menghadapi turnamen bergengsi ini. Dia berharap bahwa persiapan ekstra ini bisa membantunya mengubah Malaysia Open menjadi lebih dari sekadar kesempatan singkat.

Lakshya Sen, yang kini berusia 24 tahun, pernah menjadi ancaman serius bagi pemain Indonesia, Jonatan Christie, dalam fase grup Olimpiade Paris 2024. Pemain dengan peringkat ke-13 dunia ini telah menjalani latihan intensif selama dua hari terakhir di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM). Dalam latihan tersebut, ia juga berlatih tanding dengan beberapa pemain nasional, termasuk Leong Jun Hao, pemain tunggal putra nomor satu Malaysia.

Keputusan Sen untuk datang lebih awal mencerminkan tekadnya untuk membangun momentum dari peningkatan performa yang ia tunjukkan pada paruh kedua musim lalu. Setelah menghadapi cedera dan inkonsistensi pada awal 2025, Sen akhirnya berhasil menemukan ritmenya kembali sejak Juli.

Bukti nyata dari peningkatan performanya adalah ketika ia menjadi runner-up di Hong Kong Open, mencapai semifinal Kumamoto Masters dan Macau Open, serta meraih kemenangan yang meningkatkan moralnya di Australia Open pada November.

“Saya sempat berjuang melawan beberapa cedera pada awal tahun lalu, tetapi saya tampil baik menjelang akhir, termasuk memenangkan Australia Open,” ujar Sen dilansir dari NST. “Saya ingin melanjutkan momentum itu tahun ini.”

Sen percaya bahwa persiapan lebih awal dan kebiasaan dengan kondisi lapangan bisa menjadi faktor penting dalam pertandingannya.

“Saya menjalani dua hari latihan dan sparing yang baik dengan para pemain BAM,” katanya. “Pertandingan pertama itu penting, dan saya akan menjalaninya satu demi satu.”

Namun, Malaysia Open 2026 masih menjadi babak yang belum terselesaikan baginya. Sejak debutnya pada 2023, Sen belum pernah lolos babak pertama di Axiata Arena. Ia selalu gagal pada babak pertama dalam tiga kali percobaan, dan ini menjadi rekor yang ingin ia ubah.

Setelah karier junior yang gemilang, Sen telah lama menjadi salah satu talenta terbaik India. Ia memenangkan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2021 di Huelva, Spanyol, membantu menginspirasi India untuk meraih kemenangan bersejarah di Piala Thomas pada 2022, serta mencapai final All England pada tahun yang sama.

Namun, cedera dan performa yang tidak konsisten telah mencegahnya untuk sepenuhnya memantapkan posisinya di antara pemain terbaik dunia, meskipun pernah mencapai peringkat ke-6 dunia.

Musim ini menawarkan kesempatan lain untuk meraih stabilitas, dan Kuala Lumpur menjadi tolok ukur pertama. Sen akan memulai pertandingannya melawan Jason Teh dari Singapura.

Jika berhasil melaju, Sen berpeluang bertemu dengan juara World Tour Finals 2025, Christo Popov (Prancis) di babak kedua. Jika lolos, lawan yang mungkin dihadapinya termasuk pemain peringkat ke-1 dunia Shi Yu Qi (China) atau Lee Zii Jia (Malaysia) di babak perempat final, diikuti oleh Anders Antonsen (Denmark) atau Chou Tien Chen (Taiwan) di babak semifinal.

Malaysia Open akan segera diikuti oleh India Open, dan Sen akan mencoba merebut kembali gelar yang ia raih pada 2022, serta memperpanjang momentum yang dibangunnya kembali akhir tahun lalu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan