Misteri Sirkuit dan Excavator di Ciremai: Klarifikasi Puspita Cipta dan Misi 'Arboretum' Rokhmat Ard

Misteri Sirkuit dan Excavator di Ciremai: Klarifikasi Puspita Cipta dan Misi 'Arboretum' Rokhmat Ardiyan

Kehadiran Excavator di Lereng Gunung Ciremai: Fakta yang Harus Diketahui

Lereng Gunung Ciremai kembali menjadi sorotan setelah munculnya pola menyerupai sirkuit pada Google Maps di kawasan wisata Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kejadian ini memicu spekulasi liar terkait operasional alat berat seperti excavator yang digunakan di lokasi tersebut. Namun, pihak manajemen PT Puspita Cipta Group segera memberikan klarifikasi untuk menjelaskan fakta sebenarnya.

Bukan Kerusakan, Tapi Perang Melawan Gulma

Pemilik lahan, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., anggota DPR RI sekaligus Big Boss Puspita Cipta Group, menegaskan bahwa lahan tersebut adalah milik pribadi yang dibeli sah dari warga sejak lama. Ia menekankan bahwa lahan ini tidak terkait dengan pengembangan Arunika meskipun sama-sama berada dalam kepemilikan yang sama.

Manager Agro PT Puspita Cipta Group, Herry Ruhiyat Taufik, ST., menjelaskan bahwa lahan tersebut awalnya merupakan ladang tidak produktif yang sulit air dan terbengkalai selama bertahun-tahun. Kondisi tanah yang gersang membuat gulma liar, terutama jenis Kaliandra, tumbuh masif dan mengancam tanaman produktif yang coba ditanam.

Arboretum: Laboratorium Alam Kuningan

Klarifikasi mengenai penggunaan alat berat disampaikan oleh Korlap Agro PT Puspita Cipta Group, Nuky Nurcholis, SP. Ia memohon maaf atas kegaduhan dan kesalahpahaman yang timbul. Nuky menjelaskan bahwa alat berat digunakan semata-mata untuk mengikis akar Kaliandra yang sangat keras dan cepat tumbuh kembali.

“Kami memiliki gagasan membangun 'Arboretum', yang berfungsi sebagai laboratorium alam sekaligus agrowisata edukatif,” ujar Nuky. Inspirasi ini muncul setelah melihat keberhasilan Kebun Raya Kuningan (KRK) yang mampu menjaga ekosistem sekaligus menarik wisatawan.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Manajemen memastikan bahwa proyek ini bukan bagian dari pengembangan Arunika, meski keduanya berada di bawah payung kepemilikan yang sama. Manager RnD, Muhamad Mukhlish Abdurrahiim, menjelaskan bahwa pembangunan jalan di lokasi dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023. Terkait izin AMDAL, pihak perusahaan berkomitmen akan menempuh seluruh prosedur hukum sesuai rujukan Detail Engineering Design (DED) dari konsultan.

“Fokus kami adalah mengembalikan vegetasi asli Gunung Ciremai dan menciptakan ekosistem bagi satwa di sana,” tambah Mukhlish. Setelah sidak dilakukan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, operasional beko dihentikan sementara untuk evaluasi teknis.

Rokhmat Ardian Hobi Menanam Pohon

Head Legal Office PT Puspita Cipta Group, Ady Waggos, S.H., M.H., C.L.A., bersama Steering Committee, Heni Arifin, menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Menanam pohon bukanlah bisnis bagi Rokhmat Ardiyan dan putranya, Kak Adam, melainkan sebuah passion hidup,” ungkap Heni.

Sudah lebih dari 20.000 pohon yang ditanam beliau, bahkan banyak yang kami hibahkan ke pihak lain untuk reboisasi atau penghijauan. Awalnya, lahan tersebut hanya ditanami pinus dan jati karena belum ada rencana matang selain keinginan agar lahan kosong tidak mubazir. Namun kini, misi besar beralih ke penanaman pohon endemik yang mampu menyerap dan menyimpan cadangan air tanah secara signifikan.

Penanaman Bibit Pohon Langka dan Endemik

Untuk mewujudkan Arboretum impian tersebut, PT Puspita Cipta Group telah menanam berbagai bibit pohon langka dan endemik, di antaranya:

  • Pohon Saninten & Trembesi: Untuk serapan air maksimal.
  • Damar & Jamuju: Penjaga keseimbangan ekosistem hutan.
  • Sonokeling & Kalpataru: Simbol keabadian dan kekuatan alam.
  • Pohon Pelangi & Kibesi: Menambah nilai estetika kawasan agrowisata.

Penanaman bibit pohon tersebut, diharapkan dapat mengundang kembali satwa liar dan memperbaiki kualitas udara di kaki Gunung Ciremai.

Manual atau Mekanik?

Pasca penarikan excavator, manajemen berencana melanjutkan pembersihan gulma secara manual meski memakan waktu lebih lama. "Jika cepat keluar izin, ya pakai beko. Karena, kaliandra itu cepat banget tumbuh laginya kalau dibiarkan lama," tukas dia. Langkah ini diambil demi menjaga kondusivitas sosial di tengah masyarakat Kuningan yang sangat peduli pada kelestarian Gunung Ciremai.

“Jika sudah terlaksana, Insya Allah jalan yang disebut-sebut sirkuit pun akan ditanami kembali. Puspita Cipta Group memohon doa dan dukungan agar visi besar membangun museum alam hidup ini bisa berjalan sesuai rencana,” ucap Ady. “Ini adalah janji Pak Haji Rokhmat Ardiyan untuk mewariskan alam yang lebih baik bagi anak cucu di Kuningan melalui reboisasi yang terukur,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan