
SURABAYA, berita
Pasar kendaraan niaga sedang menghadapi tantangan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Data dari Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan komersial turun sekitar 12 persen hingga Oktober. Namun, di tengah situasi ini, Mitsubishi Fuso justru berhasil meningkatkan pangsa pasarnya.
Tahun lalu, pangsa pasar Fuso berada di level 39,1 persen, dan pada tahun ini naik mendekati 40 persen. Hal ini disampaikan oleh Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, saat berbicara di Surabaya, Rabu (10/12/2025). Ia mengakui bahwa secara volume penjualan unit memang tidak meningkat. Secara unit, penjualannya turun, tapi market share-nya tetap bertahan dan bahkan naik dibanding tahun lalu, ujarnya.
Menurut Aji, kenaikan pangsa pasar Fuso bukan hanya disebabkan oleh ekspansi penjualan yang agresif. Lebih dari itu, kondisi pasar yang tidak merata antar sektor juga menjadi faktor utama. Ia menjelaskan bahwa sektor logistik menjadi penyelamat bagi penjualan Fuso. Utamanya dari logistik company. Itu salah satu sektor bisnis yang stabil, bahkan cenderung meningkat kontribusinya, kata Aji.
Di sisi lain, beberapa sektor lain justru mengalami penurunan yang tajam. Terutama sektor pertambangan. Menurut Aji, penurunan permintaan di sektor ini sangat dipengaruhi oleh kondisi global dan geopolitik. Mining pasti turun. Karena mining itu selain tergantung pada ekonomi global, juga geopolitik, katanya.
Namun, kebangkitan beberapa sektor lain juga ikut membantu stabilitas penjualan Fuso, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan. Sektor manufaktur masih berada di level yang cukup baik, sedangkan sektor perkebunan, khususnya sawit, mulai menunjukkan pemulihan pada pertengahan tahun setelah sebelumnya tertekan oleh El Nino.
Meski pangsa pasar Fuso meningkat, Aji tidak menutup mata bahwa kondisi pasar tahun depan masih penuh tantangan. Jika tidak ada perubahan signifikan pada sektor-sektor yang melemah, pasar kendaraan komersial kemungkinan tetap datar. Karena itu, kontribusi sektor logistik akan tetap menjadi tumpuan Fuso untuk menjaga performa penjualan.
Dengan pangsa pasar yang menguat meskipun pasar menyusut, Fuso menilai momentum ini penting sebagai fondasi ekspansi tahun depan. Namun, semuanya tetap bergantung pada perbaikan iklim industri dan daya beli pelaku usaha, terutama di sektor yang selama ini menjadi motor permintaan kendaraan niaga.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Pangsa Pasar Fuso
- Stabilitas sektor logistik: Sebagai salah satu sektor yang stabil, logistik memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penjualan Fuso.
- Perbedaan kondisi pasar antar sektor: Beberapa sektor seperti pertambangan mengalami penurunan, sementara sektor lain seperti manufaktur dan perkebunan mulai pulih.
- Kontribusi dari sektor perkebunan: Sawit, misalnya, menunjukkan pemulihan setelah tertekan oleh El Nino.
- Kondisi global dan geopolitik: Faktor-faktor ini memengaruhi sektor pertambangan dan berdampak pada permintaan kendaraan niaga.
Tantangan di Tahun Mendatang
- Kemungkinan pasar tetap datar: Jika tidak ada perubahan signifikan di sektor-sektor yang melemah, pasar kendaraan komersial diperkirakan tetap stagnan.
- Ketergantungan pada sektor logistik: Kontribusi sektor logistik akan menjadi kunci untuk menjaga penjualan Fuso.
- Perbaikan iklim industri: Perlu adanya perbaikan dalam iklim industri agar daya beli pelaku usaha dapat meningkat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar