
Penangkapan Dramatis Pengedar Narkoba di Medan
Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 2,7 kilogram dalam sebuah operasi penangkapan yang berlangsung dramatis. Dua orang kurir, yaitu Khaidil (48) dan Muhammad Danu (36), berhasil diringkus setelah mobil yang mereka kendarai terperosok ke area persawahan warga.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Andy Arisandi, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari pengembangan informasi akurat terkait jaringan pengedar narkoba lintas provinsi. Operasi ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan adanya aktivitas penyelundupan narkoba di wilayah Pagar Merbau.
Kronologi Aksi Kejar-kejaran di Deli Serdang
Pada Senin (22/12) sekitar pukul 08.00 WIB, petugas mendapatkan informasi tentang pengiriman narkoba di kawasan tersebut. Personel kepolisian langsung melakukan pengintaian terhadap mobil Daihatsu Xenia warna putih yang dicurigai sebagai kendaraan pengangkut barang haram.
Sekitar pukul 13.00 WIB, aksi kejar-kejaran pecah saat pelaku mencoba melarikan diri dari sergapan polisi. Karena gugup dan kehilangan kendali akibat terus diburu oleh petugas, mobil tersangka akhirnya terjun bebas ke dalam sawah warga.
Barang Bukti dan Jaringan Pengirim ke Jakarta
Setelah mobil pelaku terhenti di area persawahan, petugas langsung melakukan penggeledahan intensif di dalam kabin kendaraan. Hasilnya, polisi menemukan barang bukti sabu dengan berat total mencapai 2.780,6 gram atau setara dengan 2,7 kilogram yang disembunyikan pelaku.
Berdasarkan hasil interogasi awal, kedua kurir ini mengaku diperintah oleh seorang pria berinisial R untuk membawa barang tersebut dari penyuplai berinisial BY dengan tujuan akhir pengiriman ke Jakarta.
Rekam Jejak Tersangka dan Pengembangan Kasus
Kedua tersangka mengakui bahwa aksi nekat mereka kali ini merupakan pengiriman barang haram yang kedua kalinya mereka lakukan. Polisi kini tengah mendalami keterangan para tersangka untuk memburu sosok berinisial R dan BY yang diduga kuat sebagai otak di balik jaringan peredaran sabu ini.
Keberhasilan penggagalan ini menjadi kado penting bagi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di tengah suasana perayaan akhir tahun dan Hari Raya Natal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar