
Strategi Pemasaran dan Pertumbuhan yang Signifikan
PT Modernland Realty Tbk. (MDLN), sebuah perusahaan properti terkemuka di Indonesia, telah merancang strategi pemasaran yang berfokus pada segmen rumah tapak dan lahan industri sebagai motor utama pendapatan perusahaan. Direktur PT Modernland Realty, Sami Veikko Tapio Miettinen, menjelaskan bahwa hingga kuartal III/2025, perseroan mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,32 triliun, yang setara dengan 71% dari target non-bulk sales.
Segmen residensial dan komersial berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp610 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp648 miliar. Namun, terdapat akselerasi kuat dalam marketing sales kuartal III/2025, yaitu meningkat dari Rp136 miliar pada kuartal sebelumnya menjadi Rp264 miliar, atau naik sebesar 93%.
“Kontribusi terbesar berasal dari Jakarta Garden City, diikuti oleh Kota Modern dan Modernland Cilejit,” jelasnya dalam Paparan Publik, Jumat (12/12/2025).
Sementara itu, segmen hospitality juga memberikan kontribusi signifikan, dengan pendapatan sebesar Rp131 miliar, meningkat sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga aktif dalam memperkuat pengalaman pelanggan melalui pengembangan fasilitas night golf di Modern Golf and Country Club.
Pengembangan Produk Baru dan Proyek Terbaru
Pada tahun 2025, Modernland meresmikan pembangunan Cluster Florence Village di Jakarta Garden City dengan penjualan tahap pertama lebih dari 120 unit. Selain itu, perseroan meluncurkan Tipe Alder di Waterfront Residence, yang dirancang dengan konsep modern tropis dan kualitas konstruksi premium.
“Ke depan, perseroan akan terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap pengembangan,” imbuhnya.
Di segmen industrial, Direktur MDLN Pascall Wilson menyampaikan bahwa hingga kuartal III/2025 kawasan industri ModernCikande mencatatkan net sales sebesar Rp575 miliar, meningkat sebesar 629% dibandingkan Rp78,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari permintaan sektor machinery & equipment (38%), tekstil (21%), dan farmasi (17%), dengan mayoritas tenant berasal dari China. Saat ini, ModernCikande memiliki lebih dari 300 tenant aktif dari berbagai sektor industri.
Sektor food processing mendominasi penggunaan lahan dengan porsi lebih dari 300 hektare (35%), disusul sektor kimia (13%) dan pengolahan baja (10%). Perseroan juga tengah mengembangkan fase 7 seluas 840 hektare dengan konsep smart-eco industrial park, dan akan melanjutkan ke fase 8 seluas 1.000 hektare yang berfokus pada industri berteknologi tinggi, industri halal, serta pusat logistik berskala regional.
“Selain itu, perseroan menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor untuk pengembangan lahan logistik di wilayah timur Jakarta, yang memiliki potensi pertumbuhan signifikan,” paparnya.
Kondisi Ekonomi Nasional dan Kebijakan Pemerintah
Direktur Utama MDLN William Honoris menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap mencatatkan ketahanan yang kuat meskipun menghadapi ketidakpastian global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,04% (yoy), ditopang oleh permintaan domestik, kenaikan investasi, dan konsumsi masyarakat yang stabil.
Pemerintah juga terus mendorong sektor properti melalui berbagai kebijakan, termasuk perpanjangan insentif PPN DTP untuk rumah hingga Rp5 miliar dan pembentukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Berbagai kebijakan tersebut diharapkan menjadi katalis positif bagi industri properti nasional.
Sejalan dengan kondisi tersebut, perseroan pada tahun 2025 meluncurkan dua produk unggulan, yaitu Tipe Alder di Waterfront Residence, Kota Modern, serta Cluster Florence Village di Jakarta Garden City. Keduanya diproyeksikan memperkuat portofolio produk Perseroan pada segmen hunian menengah–premium.
“Perseroan juga terus meningkatkan efisiensi operasional dan mempertahankan fokus pada segmen pasar strategis, sehingga tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis,” jelasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar