Tahlilan di Dua Kubu Keraton Surakarta
Pada malam yang sama, dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta menggelar acara tahlilan. Acara ini dilakukan dalam rangka memperingati wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII. Purbaya, yang merupakan kubu dari Pakubuwono XIV Purbaya, mengadakan peringatan 40 hari wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII di Sasana Parasdya. Sementara itu, Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi juga menggelar tahlil rutin untuk para leluhur di Semorokoto.
Acara tahlilan tersebut dihadiri oleh sejumlah kerabat, sentono, abdi dalem, serta masyarakat umum. Salah satu tokoh yang hadir adalah Kanjeng Pangeran Ahmad Dhani Sastroatmojo Joyonegoro, seorang musisi sekaligus anggota DPR RI. Menurut GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, kehadiran Ahmad Dhani murni atas inisiatif pribadi, bukan karena undangan khusus.
Beliau mendapat kekancingan kekerabatan. Karena beliau masih ada keturunan dari Sinuhun Pakubuwono XIII. Kebetulan ketika wafat beliau izin tidak bisa hadir. Saat ini beliau sudah ada waktu untuk berangkat ke sini, jelas GKR Panembahan Timoer.

Tradisi Tahlilan dan Semakan Quran
Di sisi lain, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng menegaskan bahwa tahlilan di Semorokoto merupakan tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun. Selain tahlilan, terdapat pula tradisi semakan Quran yang dilakukan secara rutin.
Keraton dengan abdi dalem, bebadan sudah rutin setiap malam Jumat mulai jam 9 malam tahlilan kirim untuk Sinuhun yang pernah jadi raja di Mataram ini dengan permaisuri. Tahlil dzikir sudah berjalan 25 tahunan. Rutin setiap Malam Jumat. Semakan Quran setiap Rabu Pahing sudah berjalan 3 tahun, ungkap Gusti Moeng.
Peringatan 40 Hari Wafat Sinuhun XIII
Gusti Moeng menambahkan bahwa peringatan kematian sebaiknya dilakukan sebelum jatuhnya hari. Oleh karena itu, pihaknya telah menggelar peringatan 40 hari wafatnya Sinuhun XIII di Sasana Handrawina pada Rabu (10/12/2025).
Kebetulan hari ini 40 harinya Sinuhun XIII, tapi dari lembaga atau bebadan sudah dilakukan Selasa kemarin. Aturan orang Jawa ngirim doa dalam peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari biasanya maju 12 hari. Malah tidak boleh lewat, ujar Gusti Moeng.
Pengelolaan Rangkaian Acara
Menurut GKR Panembahan Timoer, rangkaian acara tahlilan ini akan dilanjutkan ke Imogiri besok. Karena bagi tugas. Saya kebetulan ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Besok yang ke Imogiri Gusti Ratih, tambahnya.
Dalam acara ini, hadir pula beberapa kerabat PB X, PB IX, dan PB XI. Beberapa di antaranya adalah Gusti Sepuh Gusti Ratu Alit, Gusti Menul, Gusti Nia, dan Gusti Dipo. Keberadaan mereka menunjukkan betapa pentingnya acara tahlilan dalam konteks kekerabatan dan tradisi keraton.
Masyarakat dan Partisipasi
Selain kalangan kerabat dan abdi dalem, masyarakat umum juga turut serta dalam acara tahlilan ini. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi yang dijalankan oleh Keraton Surakarta tidak hanya menjadi bagian dari ritual kerajaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Dengan adanya partisipasi masyarakat, acara tahlilan ini menjadi lebih hidup dan memiliki makna yang lebih luas. Bukan hanya sekadar upacara keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah lama dipegang oleh masyarakat Jawa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar