
Kehidupan Setelah Pemecatan: Ruben Amorim Menunjukkan Sikap Tenang
Setelah dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Manchester United, Ruben Amorim menunjukkan sikap yang tidak banyak diduga oleh publik. Meskipun keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal itu terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman resmi, Amorim tampak tenang dan bahkan tersenyum.
Pemecatan Amorim terjadi setelah 14 bulan masa kepemimpinannya di Old Trafford. Keputusan ini diambil setelah konferensi pers pascalaga melawan Leeds United, di mana ia sempat mengkritik dewan direksi klub. Dalam kesempatan tersebut, Amorim menyampaikan pesan bahwa pihak-pihak lain sebaiknya "fokus pada pekerjaan mereka masing-masing" dalam situasi yang semakin memanas di dalam klub.
Kehidupan Pribadi yang Tenang
Menurut laporan yang beredar, Amorim tertangkap kamera meninggalkan kediamannya di Cheshire bersama sang istri, Maria Joao Diogo. Di tengah suasana musim salju, mantan pelatih Sporting Lisbon itu tampak santai dan bersemangat. Bahkan, ia menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertukar sapa dengan para fotografer, meskipun statusnya sebagai pelatih Manchester United telah berakhir.
Amorim datang ke Old Trafford dengan ekspektasi besar pada November 2024. Namun, perjalanan karier di klub ini justru diwarnai oleh beberapa momen buruk. Ia menjadi pelatih yang mengawal musim terburuk United dalam 51 tahun terakhir, termasuk kekalahan menyakitkan dari Tottenham di final Liga Europa.
Statistik yang Tidak Menguntungkan
Statistik Liga Premier pun tidak berpihak kepada Amorim. Ia mencatat rasio kemenangan terburuk di antara manajer United sepanjang sejarah (32%), rasio kebobolan gol per pertandingan tertinggi (1,53), serta persentase clean sheet terendah (15%). Catatan-cattatan ini menjadi bukti bahwa masa baktinya di Old Trafford tidak berjalan dengan mulus.
Sikap yang Teguh dan Tenang
Meskipun akhirnya harus meninggalkan Manchester United dengan keadaan yang tidak menyenangkan, ekspresi tenang dan senyum Amorim setelah pemecatan seolah menegaskan satu hal: sang pelatih memilih menerima nasibnya dengan kepala tegak. Ia meninggalkan klub tanpa drama lanjutan, menunjukkan profesionalisme dan sikap yang matang.
Amorim mungkin tidak berhasil memenuhi harapan yang besar dari para penggemar dan manajemen klub, tetapi cara dia menghadapi situasi ini menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang tangguh dan dewasa. Dengan begitu, ia meninggalkan Manchester United dengan kehormatan dan kepercayaan diri yang tinggi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar