
JAKARTA, berita
Film komedi terbaru Agak Laen: Menyala Pantiku! menyimpan kisah haru di balik salah satu adegan ikoniknya. Sutradara sekaligus penulis skenario, Muhadkly Acho, mengungkap bahwa adegan pemberian telur rebus dalam film tersebut memiliki makna mendalam.
Muhadkly Acho, sutradara dan penulis skenario Agak Laen: Menyala Pantiku! mengatakan, adegan telur rebus dalam film tersebut punya makna mendalam. Dalam unggahan di Instagram, Acho menjelaskan bahwa adegan itu terinspirasi dari kisah ibunda Bene Dion, salah satu personel Agak Laen.
"Bagi para pendengar podcastnya, pasti paham kalau adegan telur rebus ini terinspirasi dari kisah mamaknya Bene yang selalu memberinya telur rebus dalam segala kesempatan sebagai bentuk perhatian," tulis Acho dalam keterangan unggahannya di Instagram.
Acho mengungkapkan ide tersebut sebenarnya sudah lama ia simpan, namun baru menemukan momen yang tepat saat produksi Agak Laen: Menyala Pantiku!. Lebih dari sekadar unsur komedi, Acho kemudian menguraikan filosofi di balik kebiasaan orangtua yang selalu menawarkan makanan kepada anaknya setiap kali berkunjung.
"Sejak menulisnya, saya yakin ini akan relate ke banyak anak di luar sana," ujarnya. Menurut Acho, isu utamanya bukan pada jenis makanan yang diberikan, melainkan naluri orangtua yang merasa perlu menjadi "penyedia" bagi anaknya, apa pun kondisinya.
Setelah menjadi orangtua, ia mengaku baru memahami makna di balik kebiasaan tersebut. "Ternyata hati orangtua memang didesain untuk menjadi provider dan berguna bagi anaknya," jelasnya. Acho menambahkan, seiring bertambahnya usia dan berkurangnya kemampuan, orangtua kadang merasa sulit untuk tetap merasa berguna. Dalam situasi itu, memberi makanan menjadi cara paling sederhana untuk mengekspresikan kasih sayang.
Oleh karena itu, ia menyampaikan imbauan menyentuh bagi siapa pun yang berkunjung ke rumah orangtua. "Jadi, jika suatu saat kau kunjungi orang tuamu dan mereka menawarkanmu makan, makanlah. Cicipi. Tak peduli seberapa kenyang perutmu. Terima makanan itu dengan kedua tanganmu penuh rasa syukur, meski itu hanya sebutir telur rebus," imbaunya.
Di akhir unggahannya, Acho juga membandingkan kebahagiaan orangtua ketika pemberiannya diterima dengan kebahagiaan tim Agak Laen melihat antusiasme penonton di bioskop. Sebagai penutup yang ringan, Acho lantas melempar pertanyaan kepada warganet. "Jadi penasaran, makanan apa yang selalu ditawarkan ibumu setiap kau mengunjunginya? Kalau aku, peyek kacang," tutur Acho.
Sebagai informasi, film Agak Laen: Menyala Pantiku! berhasil meraih enam juta penonton pada hari ke-14 penayangannya di bioskop. Adapun kabar tersebut disampaikan oleh rumah produksi Imajinari di Instagram-nya. "UDAH 6 JUTA PASUKAN YANG TENGOK PILEM KAMI," tulis Imajinari.
"Segini banyaknya wooyy yang geregetan juga mau ikut nyekek detektif @indrajegel bareng @okirengga33. Mauliate godang pasukaann!" tambahnya. Jumlah penonton film ini akan terus bertambah selama masih terus tayang di bioskop. Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi salah satu film yang menunjukkan perkembangan penonton sangat positif.
Pada hari pertama penayangan, film ini mencatat 272.846 penonton, melampaui capaian film pertama Agak Laen (2024) yang meraih 181.689 penonton pada hari pembukaan. Film ini mengisahkan empat sahabat yang bekerja sebagai detektif kepolisian. Setelah berulang kali gagal menjalankan misi, mereka diberi kesempatan terakhir untuk menyamar di panti jompo Wisma Kasih demi mengusut kasus pembunuhan.
Film dibintangi kuartet Agak Laen: Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion, serta didukung Tissa Biani, Gita Bhebita, Ariyo Wahab, Jajang C. Noer, Chew Kin Wah, dan sejumlah aktor lainnya. Film arahan sutradara Muhadkly Acho ini masih tayang di jaringan bioskop Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar