
Layanan BBM Subsidi dengan Jerigen Mulai Berlaku di SPBU Benteng
Mulai 1 Januari 2026, masyarakat di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) kini memiliki akses baru untuk mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Benteng yang berlokasi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, resmi menyediakan layanan pengambilan BBM subsidi menggunakan jerigen. Namun, layanan ini tidak tersedia bagi umum. Hanya masyarakat yang masuk dalam kategori sektor produktif dan memiliki rekomendasi resmi dari dinas terkait yang diperbolehkan mengambil BBM subsidi melalui jerigen.
Layanan ini merupakan bagian dari program XStar (Sistem Rekomendasi Elektronik Bahan Bakar), sebuah aplikasi digital yang dikembangkan oleh BPH Migas. Tujuan dari program ini adalah memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan menghindari penyalahgunaan. Dengan XStar, data penerima BBM subsidi terhubung langsung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan dilengkapi dengan QR Code atau barcode. Hal ini mempercepat proses verifikasi di SPBU dan meningkatkan akurasi serta transparansi dalam pelayanan.
Pengawas SPBU Benteng, Herman, menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin dilayani harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa program XStar dirancang untuk memudahkan masyarakat yang benar-benar berhak menerima BBM subsidi. "Program XStar ini dikembangkan oleh BPH Migas untuk memudahkan masyarakat yang benar-benar berhak menerima BBM subsidi," ujarnya saat ditemui di SPBU Benteng, 1 Januari 2025.
Herman menambahkan bahwa masyarakat harus terlebih dahulu mendaftar melalui dinas terkait sesuai bidang usahanya. Setelah terdaftar dan memiliki barcode dari aplikasi XStar, barulah masyarakat bisa datang ke SPBU dan menunjukkan barcode tersebut saat pengambilan BBM menggunakan jerigen. Proses ini memberikan jaminan bahwa hanya masyarakat yang memenuhi syarat yang dapat mengakses layanan BBM subsidi.
Peran Aplikasi XStar dalam Peningkatan Efisiensi
Aplikasi XStar juga menjadi solusi untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih efisien dan transparan. Dengan sistem digital, setiap pengambilan BBM subsidi dapat direkam secara real-time, sehingga meminimalkan kemungkinan penyimpangan atau penyalahgunaan. Selain itu, integrasi data antara dinas terkait dan SPBU memungkinkan pemantauan yang lebih ketat terhadap penggunaan BBM subsidi.
Ketua Hiswana Migas Sulbar, Rukmana Salim, mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh aturan dalam penyaluran BBM subsidi dan tidak menyalahgunakan fasilitas tersebut. "BBM subsidi ini diperuntukkan bagi sektor produktif. Kami berharap masyarakat mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan, tidak menggunakan jerigen tanpa rekomendasi, dan tidak diperjualbelikan kembali," tegasnya.
Menurut Rukmana, penerapan sistem digital seperti XStar diharapkan dapat menekan penyalahgunaan BBM subsidi sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. "Dengan sistem barcode dan data terintegrasi, penyaluran BBM subsidi bisa lebih tertib, adil, dan tepat sasaran," pungkasnya.
Keuntungan dan Tantangan dalam Implementasi
Implementasi layanan BBM subsidi menggunakan jerigen di SPBU Benteng memberikan beberapa manfaat, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan bermotor. Mereka kini bisa mendapatkan BBM subsidi dengan cara yang lebih mudah dan praktis. Namun, tantangan tetap ada, termasuk dalam hal sosialisasi kepada masyarakat dan pelatihan bagi petugas SPBU.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa layanan ini hanya tersedia bagi mereka yang memenuhi kriteria tertentu. Penggunaan jerigen tanpa rekomendasi resmi akan dianggap sebagai penyalahgunaan dan dapat berdampak pada kebijakan distribusi BBM subsidi di masa depan.
Kesimpulan
Layanan BBM subsidi menggunakan jerigen di SPBU Benteng diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan dukungan teknologi digital seperti XStar, penyaluran BBM subsidi menjadi lebih efektif dan transparan. Namun, kesuksesan dari program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan komitmen pemerintah dalam memastikan keadilan dalam distribusi energi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar