Munas VIII, Nasarudin Terpilih Jadi Ketua Umum KAUMY 2025-2029


YOGYAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) resmi menetapkan H. Nasarudin, SH, MH sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAUMY periode 2025-2029.

Nasarudin, alumni Fakultas Hukum UMY, terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan mayoritas dari Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) KAUMY. Penetapan ini dilakukan dalam sidang pleno Munas yang berlangsung di Kampus UMY, Yogyakarta, pada Sabtu (27/12).

Setelah penetapan, Nasarudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya serta pihak kampus UMY yang dinilai konsisten mendukung aktivitas dan penguatan peran alumni.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada pengurus sebelumnya dan juga kepada UMY yang selalu mensupport kegiatan alumni. Amanah ini bukan tanggung jawab pribadi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh alumni,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Nasarudin menegaskan komitmen untuk merajut kembali seluruh elemen alumni tanpa membedakan latar belakang, pandangan, maupun warna organisasi. Menurutnya, KAUMY harus benar-benar menjadi rumah besar yang inklusif bagi seluruh alumni UMY.

"KAUMY ini rumah bersama. Tidak ada pilih-pilih warna. Tugas kita adalah membesarkan alumni dan memastikan organisasi ini memberi manfaat nyata, bukan hanya untuk alumni, tetapi juga untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Nasarudin menekankan pentingnya melanjutkan sekaligus memperkuat program-program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya, khususnya dalam pemberdayaan alumni di daerah-daerah strategis. Sinergi antara alumni dan kampus diyakini menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi besar lulusan UMY.

Mengacu pada data rektorat, Nasarudin menyebut jumlah alumni UMY saat ini telah mencapai sekitar 79.000 orang yang tersebar di berbagai sektor dan wilayah Indonesia.

“Angka ini adalah potensi besar. Alumni UMY punya kompetensi dan kapasitas untuk berkontribusi nyata. KAUMY harus menjadi wadah yang menghubungkan potensi itu secara inklusif dan produktif,” tambahnya.

Sementara itu, kandidat Ketua Umum KAUMY lainnya, Iqbal Shoffan Shoffwan, menegaskan bahwa proses pemilihan bukanlah soal menang atau kalah. Walau tidak terpilih, alumni Hubungan Internasional UMY angkatan 1997 itu menyatakan tetap siap berkontribusi bagi KAUMY dan almamater.

“Saya berterima kasih atas dukungan dari sejumlah Pengda dan Pengcab. Ke depan saya tetap akan berkontribusi untuk KAUMY, alumni dan UMY,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum KAUMY periode sebelumnya, M. Yana Aditia, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Nasarudin. Dia juga menitipkan sejumlah pesan penting kepada kepengurusan baru, khususnya terkait menjaga nilai kekeluargaan dan hubungan baik dengan kampus.

“Yang pertama adalah menjaga kekeluargaan agar manfaat dan keberhasilan KAUMY bisa dirasakan seluruh alumni dari semua lapisan. Yang kedua, menjaga hubungan baik dengan kampus agar sinergi alumni dan UMY terus berjalan optimal,” kata pria yang akrab disapa Adit tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Steering Committee Munas KAUMY ke-8, Harisiyanto, menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua Umum berjalan sesuai nilai-nilai musyawarah dan mufakat. Dia berharap pola pengambilan keputusan minim riak seperti ini dapat terus dipertahankan pada Munas dan forum-forum KAUMY ke depan, sehingga organisasi alumni tetap terhindar dari praktik politisasi internal.

“Semangatnya adalah kebersamaan. Tidak ada politisasi, yang ada adalah kepentingan bersama untuk membesarkan KAUMY,” lanjut Harisiyanto.

Terpilihnya Nasarudin juga mendapat respons dari sejumlah alumni. Salah satunya Hermayani Putra, alumni UMY asal Kalimantan Barat, yang menyampaikan lima pokok gagasan strategis agar KAUMY ke depan tidak hanya menjadi jejaring nostalgia akademik, tetapi berkembang sebagai kekuatan sosial, intelektual, dan kebangsaan.

“KAUMY harus dibaca dalam tiga lingkar agenda strategis: keumatan, kebangsaan, dan keberlanjutan peradaban. Nilainya Islam berkemajuan dan relevan dengan tantangan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Nitip ya Bang Nasarudin, Bang Iqbal, dan semuanya,” tutup Hermayani.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan