Murah! 4 Daerah Banten untuk Hidup Hemat dan Pensiun Nyaman

Murah! 4 Daerah Banten untuk Hidup Hemat dan Pensiun Nyaman

Daerah dengan Biaya Hidup Terjangkau di Banten yang Menarik untuk Tinggal dan Pensiun

Provinsi Banten dikenal sebagai kawasan yang berkembang pesat, terutama karena lokasinya yang dekat dengan DKI Jakarta. Namun, di balik pesatnya pembangunan, ternyata ada beberapa daerah di Banten yang memiliki biaya hidup sangat terjangkau. Bahkan, daerah-daerah ini menjadi incaran banyak orang yang ingin hidup lebih hemat hingga menikmati masa pensiun dalam suasana yang tenang.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Banten pada 2024 mencapai Rp1.772.162 per bulan. Angka ini terdiri dari pengeluaran makanan sekitar Rp873.268 dan non-makanan Rp898.894. Dengan biaya hidup setinggi itu, masyarakat tentu berharap pendapatan dapat mengimbangi. Pemerintah Provinsi Banten sendiri telah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen menjadi Rp2.905.119,90, sesuai SK Gubernur Banten Nomor 471 Tahun 2024. Namun, tidak semua kabupaten/kota memiliki biaya hidup tinggi. Beberapa wilayah justru jauh lebih murah, bahkan dinilai sebagai tempat ideal untuk tinggal, berkeluarga, hingga pensiun.

Pandeglang: Kota dengan Biaya Hidup Paling Murah

Salah satu daerah yang menonjol adalah Kabupaten Pandeglang, yang dikenal dengan julukan “Kota Badak”. Pandeglang memiliki luas wilayah 2.746,89 km² dan dihuni lebih dari 1,4 juta penduduk. Meski cukup luas, biaya hidup masyarakatnya justru menjadi yang paling rendah di seluruh Provinsi Banten.

  • Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan: Rp977.409
  • Makanan: Rp594.962
  • Non-makanan: Rp382.447
  • UMK 2025: Rp3.206.639

Angka ini menjadikan Pandeglang sebagai daerah termurah, cocok untuk mereka yang ingin hidup sederhana namun nyaman. Tidak heran, banyak yang menyebut Pandeglang sebagai tempat impian untuk menikmati masa pensiun karena lingkungannya yang asri dan kebutuhan hidup yang tidak membebani dompet.

Upaya Pemerintah Tekan Pengangguran

Di bawah kepemimpinan Bupati Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, pemerintah daerah terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah penting adalah program GASPOL (Gerakan Akselerasi Skill untuk Lapangan Kerja), yang bertujuan menekan angka pengangguran terbuka (TPT) yang per Agustus 2025 berada di angka 8,80 persen. Program ini membantu masyarakat mengembangkan keterampilan kerja dan membuka peluang wirausaha agar roda perekonomian semakin dinamis.

“Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan perubahan nyata dan positif untuk kemajuan Kabupaten Pandeglang,” ujar Bupati Dewi.

Empat Daerah dengan Biaya Hidup Termurah di Banten 2025

Berikut rangkuman daerah dengan pengeluaran per kapita terendah di Banten, disesuaikan dengan besaran upah minimum kabupaten/kota tahun 2025:

  1. Kota Serang
  2. Pengeluaran per kapita: Rp1.531.188/bulan
  3. Makanan: Rp808.436
  4. Non-makanan: Rp722.752
  5. UMK 2025: Rp4.418.261

Walau berstatus ibu kota provinsi, biaya hidupnya masih relatif terkendali dibanding kota besar lainnya.

  1. Kabupaten Serang
  2. Pengeluaran per kapita: Rp1.288.059/bulan
  3. UMK 2025: Rp4.857.352

Menjadi salah satu pusat industri, Kabupaten Serang tetap menawarkan biaya hidup yang lebih rendah dibanding daerah urban lainnya.

  1. Kabupaten Lebak
  2. Pengeluaran per kapita: Rp1.157.659/bulan
  3. UMK 2025: Rp3.172.384

Wilayah dengan banyak potensi wisata alam ini memiliki biaya hidup yang masih sangat ramah bagi semua kalangan.

  1. Kabupaten Pandeglang (Termurah)
  2. Pengeluaran per kapita: Rp977.409/bulan
  3. UMK 2025: Rp3.206.639

Pandeglang menempati posisi pertama sebagai daerah dengan biaya hidup termurah di Banten, menjadikannya lokasi paling ideal untuk hidup hemat.

Kesimpulan

Biaya hidup yang tinggi tidak berlaku merata di seluruh wilayah Banten. Ada beberapa daerah yang justru menawarkan kehidupan yang lebih terjangkau, mulai dari Kota Serang hingga Pandeglang yang memegang predikat termurah. Dengan biaya hidup rendah, lingkungan nyaman, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan, daerah-daerah ini dapat menjadi pilihan menarik untuk tinggal, bekerja, hingga pensiun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan