Musim hujan, kulit sering basah, masihkah perlu pakai pelembap? Ini rekomendasi dokter

Musim hujan, kulit sering basah, masihkah perlu pakai pelembap? Ini rekomendasi dokter

Laporan Wartawan nurulamin.pro, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Musim hujan seperti saat ini kulit terasa basah, banyak memilih berhenti memakai pelembap karena merasa kulit sudah cukup “basah”.
  • Padahal, justru di musim hujan kondisi kulit bisa menjadi lebih tidak stabil. 
  • Udara lembap, suhu terasa lebih panas, kulit jadi mudah lengket tapi sekaligus rawan kering. 
  • Masih perlukah pelembap? Ini rekomendasi dokter. 
   

nurulamin.pro, JAKARTA – Udara lembap, suhu terasa lebih panas, kulit jadi mudah lengket tapi sekaligus rawan kering. 

Musim hujan sering kali bikin banyak orang salah langkah dalam memilih moisturizer atau pelembap.

Tak sedikit yang akhirnya memilih berhenti memakai pelembap karena merasa kulit sudah cukup “basah”.

Padahal, justru di musim hujan kondisi kulit bisa menjadi lebih tidak stabil. 

Kunci utamanya bukan berhenti pakai moisturizer, melainkan memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhan kulit.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE, menegaskan bahwa langkah pertama sebelum memilih pelembap adalah mengenali tipe kulit masing-masing.

“Untuk jenis moisturizer tadi, kita kenali betul dulu jenis kulit kita. Kita kulitnya yang tipe apa nih? Kulit yang berminyak, kulit yang tadi sensitif, kulitnya cenderung kering atau normal,"jelas dr. Ambar pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Minggu (11/1/2026). 

Kulit Berminyak: Pilih Ringan Biar Nggak Lengket

Pemilik kulit berminyak sering kali paling galau saat musim hujan. 

Udara lembap membuat wajah terasa cepat kilap, sehingga moisturizer kerap dianggap sebagai biang masalah.

Padahal, pelembap tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan kulit. Yang perlu diperhatikan adalah teksturnya.

Dr. Ambar menyarankan pelembap dengan formula ringan agar tetap nyaman digunakan sehari-hari.

“Kalau untuk kulit berminyak, pilih yang ringan-ringan saja. Yang lotion atau gel tadi,"imbuhnya. 

Tekstur gel atau lotion membantu kulit tetap terhidrasi tanpa memicu rasa berat atau greasy, cocok digunakan di cuaca lembap.

Kulit Normal hingga Kering: Tetap Lembap, Tapi Jangan Terlalu Berat

Untuk kulit normal, pilihan moisturizer relatif lebih fleksibel. Namun saat musim hujan, tekstur ringan tetap menjadi opsi aman agar kulit tetap nyaman meski aktivitas padat.

Sementara itu, kulit kering membutuhkan perhatian ekstra. Meski demikian, bukan berarti harus selalu menggunakan pelembap super berat.

“Kalau kering, gunakan yang bentuk krim atau yang sedikit berminyak boleh. Cuma saat musim hujan, karena tadi kelembapan udara tinggi dan juga rasanya udara lebih panas, memang kita pakai yang ringan saja,"lanjutnya. 

Artinya, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, namun tekstur pelembap perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca agar kulit tidak terasa pengap.

 

Kulit Sensitif dan Kering: Jangan Takut Re-Apply

Pada kulit sensitif dan kering, kelembapan yang naik turun selama musim hujan bisa memicu rasa tidak nyaman, mulai dari perih hingga gatal. Karena itu, pelembap tidak selalu cukup dioleskan satu kali.

Pengolesan ulang justru dianjurkan untuk menjaga kondisi kulit tetap stabil.

 “Terutama pada kulit-kulit yang sensitif dan kulit kering, diulang lagi pengolesan pelembapnya,"sambungnya. 

Re-apply membantu mempertahankan kadar air di kulit dan menjaga skin barrier tetap kuat.

Kulit Berjerawat Tetap Perlu Moisturizer

Masih banyak anggapan bahwa kulit berjerawat sebaiknya menghindari pelembap. Faktanya, tanpa moisturizer, skin barrier justru bisa terganggu dan jerawat makin sulit dikontrol.

Menurut dr. Ambar, kulit berjerawat tetap wajib memakai pelembap dengan pilihan yang tepat.

“Iya, pada kulit berjerawat tetap perlu pelembap. Jadi pilih yang ringan. Tadi yang gel boleh, yang mudah meresap. Untuk tetap menstabilkan sebarier kulitnya,"pungkasnya. 

Moisturizer membantu menjaga keseimbangan kulit sehingga perawatan jerawat bisa bekerja lebih optimal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan