Musim penghujan datang, dokter ungkap cara efektif tangkal flu

nurulamin.pro, JAKARTA - Meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia biasanya diikuti dengan naiknya risiko penularan flu. Meski begitu, ada sejumlah langkah yang bisa ditempuh untuk meneken risiko tersebut.

Dokter Umum Muhammad Fatcurrahman Azam mengatakan pencegahan flu di musim penghujan dapat dilakukan dengan kembali menerapkan kebiasaan kesehatan yang pernah dijalankan secara disiplin pada pandemi Covid-19. Pola tersebut dinilai masih relevan untuk melindungi tubuh dari penularan virus influenza.

Meski tampak sepele, kembali memakai masker, terutama ketika berada di lingkungan dengan banyak orang yang sedang pilek atau saat diri sendiri sedang mengalami flu, penting dilakukan. Hal ini untuk menekan risiko penularan lebih jauh.

Selain itu, menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan dan menerapkan kebiasaan higienis lainnya juga perlu kembali dilakukan. Dirinya juga menyarankan agar masyarakat lebih memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi, khususnya di tengah tren makanan instan yang kian menjamur.

"Coba deh mulai menerapkan pola makan sehat. Panduannya seperti apa? Dari Kemenkes kan sudah punya panduan Isi Piringku, ikuti itu aja," katanya.

Dalam pedoman Isi Piringku, setiap kali makan setengah piring dianjurkan berisi sayur dan buah, sedangkan separuh lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk. Pembagian porsi yang tepat ini dapat membantu menjaga keseimbangan gizi dan kesehatan tubuh.

Namun, jika diperlukan, imunitas juga dapat diperkuat dengan tambahan suplementasi seperti vitamin C, vitamin D, dan Zinc. Perlindungan tubuh juga dapat ditingkatkan melalui vaksinasi flu. Langkah ini dapat dilakukan terutama bagi mereka yang ingin perlindungan lebih optimal terhadap influenza.

"Akan tetapi, kita juga harus tahu, influenza adalah virus. Virus itu sangat mudah bermutasi. Jadi, ketahanan vaksin virus biasanya tidak bertahan selama vaksin bakteri," jelasnya.

Sebagai gambaran, katanya, perlindungan vaksin TBC (penyakit bakteri) dapat bertahan 10 tahun. Sementara itu, vaksin berbasis virus umumnya memiliki masa perlindungan lebih singkat, sekitar 3-5 tahun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan