
Tren Film Drama Perselingkuhan di Indonesia
Film drama dengan tema perselingkuhan masih menjadi salah satu tren yang terus berkembang dalam industri perfilman nasional, baik di layar lebar maupun platform streaming. Kesuksesan film Layangan Putus menjadi awal dari peningkatan minat penonton terhadap genre ini. Tak hanya itu, rumah produksi pun tidak berhenti merilis film-film serupa karena permintaan yang cukup tinggi. Salah satu contohnya adalah film Musuh dalam Selimut, yang baru saja mengadakan acara special screening pada hari kemarin (16/12).
Film yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis naskahnya oleh Cassandra Massardi ini menarik perhatian publik. Hal ini terlihat dari poster film yang memperlihatkan seekor kucing sedang bersantai di atas kasur sambil berselimut. Pertanyaannya, apakah kucing tersebut menjadi karakter penting dalam film ini? Karena undangan nobar yang diberikan menyebutkan bahwa film ini cocok untuk para penggemar kucing.
Sinopsis Film Musuh dalam Selimut
Dengan durasi hampir dua jam, film Musuh dalam Selimut menceritakan kisah hidup Gadis (diperankan oleh Yasmin Napper). Ayahnya terlibat korupsi sehingga harta keluarga mereka disita, dan ayahnya kini mendekam di penjara. Akibatnya, Gadis harus meninggalkan kuliahnya dan langsung bekerja di sebuah perusahaan.
Suatu ketika, Gadis mengalami perlakuan tidak senonoh dari atasan perusahaannya. Ia kemudian dibantu oleh Dika (Arbani Yasiz), seorang pegawai di gedung yang ternyata pernah sekampus dengannya. Perlahan, benih-benih cinta mulai tumbuh antara keduanya hingga akhirnya mereka menikah.
Konflik mulai muncul ketika seorang tetangga sebaya, yaitu Suzy (Megan Domani), masuk ke dalam kehidupan mereka. Awalnya, hubungan antara Gadis dan Suzy terjalin karena kucing belang milik Suzy yang menjelajah halaman rumah Gadis. Namun, semakin lama, Gadis mulai merasa bahwa Suzy terlalu terobsesi dengan kehamilannya dan mulai curiga terhadap sikap suaminya. Apakah ini hanya prasangka atau kenyataan?
Plot Twist yang Membuat Film Menarik
Meskipun judul film ini mirip dengan film lawas tahun 1984 yang disutradarai oleh Willy Wilianto, Musuh dalam Selimut era saat ini bukanlah remake. Hanya judulnya yang sama. Jika film tahun 1984 lebih fokus pada balas dendam, maka versi terbaru ini lebih mengangkat tema persahabatan dan pengkhianatan.
Selama sekitar 90 menit, penonton harus bersabar karena plot dan tensi cerita hingga tiga perempat film tidak jauh berbeda dari film-film drama perselingkuhan umumnya. Jika Anda sudah pernah menonton film seperti Ipar Adalah Maut, maka karakter tokoh utamanya tidak jauh-jauh dari itu. Gadis digambarkan sebagai sosok yang baik hati, naif, dan tidak mudah berprasangka.
Namun, jangan menganggap film ini seperti film kebanyakan. Seperti masakan Tiongkok yang butuh persiapan lama sebelum proses memasak sebenarnya dimulai dan kemudian matang dengan cepat, begitu juga dengan Musuh dalam Selimut. Penonton akan mendapatkan kejutan demi kejutan selama 30 menit terakhir. Plot twist-nya membuat solusi dalam film ini menjadi sangat menarik.
Kelebihan Film Selain Plot Twist
Cassandra Massardi, penulis skenario film ini, dikenal sebagai penulis drama romantis dan biopik seperti Tampan Taylor, Get Married 2, Buya Hamka, dan Slank Nggak Ada Matinya. Ia juga pernah menulis drama berbumbu thriller seperti webseries Virgin yang mendapat banyak pujian. Oleh karena itu, Musuh dalam Selimut juga memiliki bumbu thriller yang membuat penonton tegang.
Selain itu, kekuatan film ini terletak pada performa akting pemainnya yang cukup matang serta interaksi antar pemain yang menarik. Megan Domani berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya.
Reaksi Penonton yang Menarik
Serunya menonton film bersama adalah melihat reaksi penonton. Di antara penonton, ibu-ibu cenderung lebih reaktif dan emosional. Mereka ekspresif dalam menyampaikan kekesalan ketika menyaksikan film-film yang membuat emosi naik turun seperti rollercoaster.
Ada dua film dengan tema perselingkuhan yang saya tonton untuk melihat reaksi penonton. Film Ipar Adalah Maut membuat saya tertawa karena penonton begitu responsif. Mereka ikut marah hingga memaki-maki bila Rani dan si ipar saling menggoda. Demikian juga dengan penonton film Norma, mereka ikut berseru kesal ketika si ibu malah tergoda oleh si menantu.
Hal yang mirip juga terjadi ketika menonton Musuh dalam Selimut. Saya, mba Hida, dan mba Windhu tertawa melihat penonton yang ikut emosi atau bersorak-sorai. Seperti nonton drama Indosiar ya? Celetuk mba Windhu.
Bila biasanya hanya penonton ibu-ibu yang reaktif, maka di nobar kali ini penonton bapak-bapak juga ikutan mengamuk. Duh pasti seusai nonton mereka merasa lega karena berhasil melampiaskan semua kekesalan mereka.
Kehadiran Kucing dalam Film
Apa peran kucing dalam film ini? Sayangnya, tidak banyak porsi kucing dalam film ini. Padahal, saya sempat berharap ada banyak adegan kucing di layar. Namun, jangan khawatir karena kucing memang memiliki peranan penting dalam film ini.
Peran kucing tersebut bisa ditemukan dalam film yang akan tayang di bioskop mulai 8 Januari 2026. Cek sendiri ya!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar