Nasib Pegawai Pemkab Lampung Tengah Pasca OTT Bupati Ardito Wijaya: Kami Berduka

Nasib Pegawai Pemkab Lampung Tengah Pasca OTT Bupati Ardito Wijaya: Kami Berduka

Kondisi Kompleks Kantor Bupati Lampung Tengah Pasca Penangkapan Ardito Wijaya

Kompleks kantor bupati di Kabupaten Lampung Tengah tampak sepi setelah Bupati Ardito Wijaya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisi ini terlihat jelas saat para pegawai sipil negara tidak hadir secara lengkap, sementara proses renovasi ruang kerja bupati tetap berjalan.

Pada hari Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, hanya beberapa aparatur sipil negara yang terlihat beraktivitas di area perkantoran tersebut. Di tengah suasana yang lengang, sejumlah pekerja bangunan masih melanjutkan proses renovasi ruang kerja bupati serta beberapa bagian gedung lainnya. Beberapa pegawai yang ditemui memilih menghindar ketika ditanya mengenai kondisi ruang kerja bupati, bahkan ada yang menyatakan tidak mengetahui apa pun terkait situasi tersebut.

Saat pewarta mencoba merekam suasana dan mendokumentasikan bagian dalam ruang bupati, seorang anggota Satpol PP berinisial AG mendekat dan memberikan imbauan. Ia tidak melarang pengambilan gambar, namun meminta agar aktivitas peliputan tidak berlangsung terlalu lama.

"Mohon pengertiannya, Mas. Kalau sudah ngambil video ya sudah, harap maklum, Lampung Tengah sedang berduka," ujar AG pada Kamis pagi.

Operasi Tangkap Tangan KPK

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada awal pekan ini. Dalam kegiatan penindakan tersebut, penyidik antikorupsi mengamankan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Kabar penangkapan kepala daerah itu telah dikonfirmasi langsung oleh pimpinan KPK.

"Benar," ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, melalui pesan tertulis ketika dimintai penjelasan pada Rabu (10/12/2025). Selain Ardito, tim KPK juga membawa sejumlah orang lainnya. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa beberapa anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah turut terjaring dalam OTT tersebut.

Penindakan ini diduga berkaitan dengan praktik suap yang berhubungan dengan proses pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Para pihak yang diamankan saat ini sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan diperkirakan tiba pada Rabu malam.

Sesuai amanat Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menggelar perkara sekaligus menentukan status hukum mereka, apakah ditetapkan sebagai tersangka atau dilepas.

Operasi Serupa KPK Sebelumnya

OTT ini menambah daftar operasi serupa yang dilakukan KPK dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, lembaga tersebut juga menangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco serta Gubernur Riau Abdul Wahid dalam dua kasus dugaan korupsi yang berbeda.

Profil Bupati Ardito Wijaya

Ardito Wijaya lahir di Bandar Jaya, Lampung Tengah pada 23 Januari 1980. Ia merupakan putra dari Ahmad Pairin, mantan Bupati Lampung Tengah dan mantan Wali Kota Metro. Sebagai anak seorang tokoh politik daerah, Ardito tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan pelayanan publik dan pemerintahan.

Ardito menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen 3 Bandar Jaya (19861992), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 10 Bandar Jaya dan SMA Negeri 1 Terbanggi Besar, tempat ia lulus pada tahun 1998. Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, dan meraih gelar dokter (dr.) pada tahun 2008. Setelah itu, Ardito melanjutkan jenjang pascasarjana di Universitas Mitra Indonesia dan lulus dengan meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) pada tahun 2024.

Ardito Wijaya menikah dengan Indria Sudrajat. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak laki-laki. Di luar kesibukannya sebagai pejabat publik, Ardito dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta menjaga kedekatan dengan berbagai komunitas lokal di Lampung Tengah.

Ardito memulai karier sebagai dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya (20102011), kemudian di Puskesmas Rumbia (20112012). Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dari tahun 2014 hingga 2016.

Ardito Wijaya memulai karier politiknya setelah berpengalaman di dunia kesehatan dan birokrasi. Ia mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, berpasangan dengan Musa Ahmad sebagai calon Bupati. Pasangan ini memenangkan Pilkada dan resmi dilantik untuk masa jabatan 20212025.

Menjelang Pilkada 2024, Ardito yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan niat untuk maju sebagai calon Bupati Lampung Tengah. Namun, pencalonannya mengalami dinamika politik karena ia tidak mendapatkan rekomendasi dari PKB. Keputusan ini menjadi sorotan publik mengingat Ardito adalah kader muda potensial dan dikenal aktif di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Meskipun demikian, hubungan Ardito dengan PKB tetap baik. Ia kemudian secara resmi diusung oleh PDI Perjuangan dan maju sebagai calon Bupati dengan I Komang Koheri sebagai pasangannya. Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah periode 20252030.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan