
Kinerja IDX High Dividend 20 Tahun Ini
Pada tahun ini, kinerja saham-saham yang termasuk dalam indeks IDX High Dividend 20 belum mampu menyaingi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks tersebut mencatatkan pelemahan sebesar 0,19% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana hingga akhir tahun.
Sementara itu, pasar saham Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan. IHSG misalnya menguat sebesar 20,59% ytd. Saham-saham lapis kedua yang tergabung di IDX SMC Liquid naik sebesar 16,31%, dan IDX SMC Composite naik sebesar 51,65%.
Penyebab Lesunya IDX High Dividend
Kemerosotan kinerja IDX High Dividend disebabkan oleh melemahnya harga saham dari sejumlah konstituen. Contohnya, harga saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun sebesar 17,05% ytd, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) turun sebesar 11,4%, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) turun sebesar 7,6% ytd. Selain bank jumbo, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah sebesar 22,22% ytd, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) melemah sebesar 17,6% ytd.
Menurut Nafan Aji Gusti, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, kinerja IDX High Dividend 20 lesu karena gerak saham konstituen yang melemah karena fundamental tidak sesuai dengan ekspektasi. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa sejumlah emiten akan mencatatkan penurunan yield atau imbal hasil dividen.
Potensi Penguatan di Masa Depan
Liza Camelia Suryanata, Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyampaikan bahwa meskipun kinerja IDX High Dividend 20 pada tahun ini lesu, ada peluang penguatan di masa depan. Salah satunya adalah dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Kondisi ini diproyeksikan mampu mendorong kinerja saham-saham bank jumbo seperti BBCA dan BMRI yang menjadi penopang indeks.
Pertumbuhan Sektor Teknologi
Di sisi lain, sektor teknologi menjadi salah satu yang paling kinclong pada tahun ini. IDXTECHNO mencatatkan penguatan signifikan sebesar 143,55% ytd. Beberapa saham teknologi bahkan melonjak berkali-kali lipat atau multibagger. Contohnya, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melonjak sebesar 692,68% ytd, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) melonjak sebesar 443,47% ytd, saham PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) melonjak sebesar 221,62% ytd, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) melonjak sebesar 120,53% ytd. Bahkan, saham PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) melonjak sebesar 2.125,81% ytd.
Pertumbuhan Sektor Lainnya
Di posisi kedua, sektor industri atau IDXINDUST mengalami kenaikan sebesar 103,75% ytd. Selanjutnya, sektor infrastruktur atau IDXINFRA melonjak sebesar 71,3% ytd. Ketiga, sektor basic materials atau IDXBASIC melonjak sebesar 61,34% ytd. Keempat, sektor energi atau IDXENERGY melonjak sebesar 60,81% ytd. Kelima, sektor properti dan real estate atau IDXPROPERT melonjak sebesar 53,13% ytd. Keenam, sektor transportasi dan logistik atau IDXTRANS menguat sebesar 47,45% ytd. Ketujuh, sektor kesehatan atau IDXHEALTH menanjak sebesar 43,69% ytd. Kesembilan, sektor konsumer siklikal atau IDXCYCLIC menguat sebesar 37,48% ytd.
Kinerja Sektor Keuangan dan Konsumer Non Siklikal
Di posisi paling buncit, sektor keuangan dan konsumer non siklikal mengalami pertumbuhan yang relatif rendah. Saham sektor keuangan atau IDXFINANCE hanya menguat sebesar 9,25% ytd, dan saham sektor konsumer non siklikal atau IDXNONCYC hanya menanjak sebesar 8,58% ytd.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Nurulamin.pro tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar