Penghargaan Bergengsi untuk Hunian Berkelanjutan di Jimbaran

Natadesa, sebuah kawasan hunian premium di Jimbaran, Bali, berhasil meraih penghargaan bergengsi "Best of the Best" dalam acara Golden Property Awards (GPA) 2025. Penghargaan ini diberikan karena keberhasilan Natadesa dalam mengembangkan properti dengan konsep keberlanjutan yang memenuhi standar tinggi.
Penghargaan ini memperkuat posisi Natadesa sebagai hunian mewah pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi Greenship untuk unitnya. Sebelumnya, kawasan Jimbawana telah meraih Greenship Neighborhood Platinum Score, menjadikannya salah satu contoh terbaik dari pengembangan berkelanjutan di Indonesia.
Penghargaan untuk Villa Janger
Selain penghargaan "Best of the Best", Natadesa Signature juga mendapatkan penghargaan Best Prestigious Villa and Excellence: Eco-Innovative Green Development, Region Bali — untuk Villa Janger pada GPA 2025: The Legacy. Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses seleksi ketat oleh Indonesia Property Watch (IPW), yang menilai hampir 500 proyek properti di seluruh Indonesia.
Proses seleksi dimulai pada Februari 2025, dengan 170 proyek yang masuk dalam shortlist. Proses penilaian dilakukan melalui evaluasi lapangan dan penilaian berdasarkan 24 kriteria ketat sesuai sistem IPW Standard Project Rating 2.1. Acara penganugerahan diselenggarakan di Raffles Hotel, Jakarta, pada Senin, 29 September 2025.
Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, menyatakan bahwa GPA tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi sistem untuk membuktikan kualitas proyek berdasarkan data dan integritas. Ia menekankan bahwa standar penilaian sangat ketat dan menjadi tolok ukur penting bagi sektor properti.
Filosofi 'Modern Natur Living'
Ar. Kuntaparmana, perwakilan dari GBCI Bali, menjelaskan bahwa penghargaan ini secara khusus mengonfirmasi pendekatan 'modern natur living' dari Natadesa. Setiap villa dirancang untuk efisiensi energi optimal, menggunakan material lokal, dan terinspirasi dari filosofi Bali, sehingga memenuhi standar kualitas tertinggi dalam industri properti Indonesia.
Pada acara Natadesa Signature Show Unit Launching Event tanggal 3 Oktober 2025, filosofi ini diwujudkan melalui praktik hijau yang nyata dan terukur. Kawasan Jimbaran Hijau mendedikasikan lebih dari 45% dari total luas lahannya untuk zona hijau terbuka. Efisiensi energi dicapai melalui desain pendinginan pasif dan ventilasi silang alami, yang mengurangi konsumsi hingga 25%. Langkah-langkah konservasi air, seperti penampungan air hujan dan perlengkapan efisien, memangkas konsumsi harian lebih dari 30%.
Kesejahteraan Penghuni
Komitmen terhadap kesejahteraan para penghuni dipastikan melalui kualitas udara dalam ruangan yang tinggi, dengan tingkat CO₂ yang terjaga di bawah 1000 ppm dan pencahayaan alami yang melimpah menerangi lebih dari 50% area hunian. Sertifikasi Greenship juga memvalidasi pengelolaan material yang holistik, dengan fokus pada material sumber daya lokal dari Bali dan Jawa, mengurangi emisi transportasi dan limbah hingga 40%.
Jimbaran Hijau menunjukkan bahwa melestarikan warisan budaya dan ekosistem alami untuk generasi mendatang melalui development bukanlah hal yang mustahil.
Visi untuk Masa Depan
CEO Jimbaran Hijau, Putu Agung Prianta, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini. Penghargaan "Best of the Best" dari Golden Property Awards 2025 merupakan validasi luar biasa bagi visi kami untuk menciptakan refined living. Ia menegaskan bahwa komitmen terhadap warisan alam dan pelestarian budaya tidak hanya baik bagi lingkungan, tetapi juga merupakan investasi yang baik.
Kesuksesan ini menyusul pencapaian sold out pada fase pertama Natadesa, yang menunjukkan resonansi pasar yang kuat terhadap konsep hidup yang terintegrasi alam. Dengan menawarkan 25 villa eksklusif yang terinspirasi dari tarian sakral Bali, seperti Dedari (harmoni tertinggi), Legong (keanggunan), Janger (komunitas), dan Pendet (ketulusan), Natadesa Signature telah menjadi standar baru untuk fine and quality living, yang menyatukan secara harmonis kemewahan modern dengan warisan budaya dan pelestarian lingkungan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar