
Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Rajab
Menurut penjelasan Buya Yahya, menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah bulan Rajab hukumnya sah. Hal ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan untuk melaksanakan puasa di hari-hari mulia seperti bulan Rajab tanpa harus memperhatikan perbedaan niat secara terpisah.
Dalam hal ini, cukup membaca niat puasa qadha tanpa perlu melafalkan niat puasa sunnah. Namun, tetap mendapatkan kedua pahalanya, yaitu pahala mengganti puasa wajib dan pahala kesunnahan waktu.
Niat Puasa Qadha dan Niat Puasa Rajab
Niat puasa qadha bulan Ramadan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa
Artinya: "Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat ini harus dibaca sebelum waktu fajar atau sebelum waktu Sholat Subuh. Sementara itu, bagi yang ingin melaksanakan puasa Rajab saja tanpa qadha, niatnya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghadin 'an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”
Jika seseorang lupa membaca niat puasa, boleh membacanya di siang hari dengan niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”
Doa Buka Puasa
Doa buka puasa yang biasa dibaca adalah:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah."
Tiga Keutamaan Bulan Rajab
- Bulan Rajab sebagai Bulan Haram
Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram. Dalam ayat Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS At Taubah [9]: 36).
Bulan haram ini termasuk Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bulan haram adalah bulan yang suci, di mana saling menyakiti dan menumpahkan darah dilarang. Selain itu, dosa di bulan ini lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.
- Bulan yang Dekat dengan Ramadhan
Bulan Rajab berada di antara bulan Sya'ban dan Ramadhan. Para ulama sering mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan sejak bulan Rajab. Doa yang sering dibaca saat masuk bulan Rajab adalah:
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan."
Meskipun doa ini dikatakan dho’if oleh beberapa ulama, makna keutamaannya tetap relevan.
- Bulan Rajab adalah Bulannya Isra Mi'raj
Bulan Rajab selalu diingat oleh umat Islam karena peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini menjadi momen penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan rohani dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa dan kemudian naik ke langit. Peristiwa ini juga menjadi jembatan perintah shalat langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar