
nurulamin.pro, JAKARTA - Liburan akhir tahun yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bisa saja terganggu oleh berbagai keluhan kesehatan. Salah satu kondisi yang sering muncul adalah nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba. Banyak orang menganggapnya sebagai kelelahan atau masuk angin, padahal bisa jadi tanda dari kondisi serius.
Selama liburan, aktivitas seperti perjalanan mudik jauh, aktivitas fisik berlebihan, stres, serta pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu munculnya nyeri dada. Riwayat penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung juga bisa menjadi faktor risiko.
Dokter Vireza Pratama SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menemukan bahwa banyak pasien mengira nyeri dada hanya disebabkan oleh hal ringan. Padahal, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata mereka mengalami kondisi serius seperti penyakit jantung koroner atau bahkan serangan jantung. Beberapa kasus juga disebabkan oleh sumbatan di pembuluh darah paru (emboli paru).
Kondisi ini harus ditangani dengan cepat agar tidak berakibat fatal. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri nyeri dada yang tidak boleh diabaikan. Dokter Vireza menjelaskan bahwa nyeri dada yang perlu diwaspadai biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman di dada, rasa tertekan, sensasi terbakar, atau seperti tertimpa beban berat. Nyeri bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, serta disertai sesak napas, mual, keringat dingin, atau pusing.
Beberapa pola nyeri juga dapat mengarah pada kondisi jantung tertentu. Contohnya, jika nyeri dada muncul saat beraktivitas dan mereda saat istirahat, itu bisa mengarah pada angina atau penyakit jantung koroner (PJK). Sementara itu, nyeri yang memburuk saat menarik napas dalam, batuk, atau bergerak, umumnya berasal dari otot atau tulang. Gejala tersebut dipicu oleh gaya hidup tak sehat seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, serta stres berkepanjangan.
Selama liburan akhir tahun, perubahan pola aktivitas dan gaya hidup membuat pemeriksaan medis tetap diperlukan. Chest Pain Unit Mayapada Hospital hadir untuk membantu mengetahui penyebab nyeri dada yang datang tiba-tiba melalui pemeriksaan menyeluruh. Jika nyeri dada disebabkan oleh faktor non-jantung, maka pemeriksaan tidak dikenakan biaya. Namun, jika terbukti disebabkan oleh penyakit jantung, pasien akan ditangani oleh Dokter Spesialis Jantung sesuai protokol medis.
Chest Pain Unit Mayapada Hospital terintegrasi dengan layanan Cardiac Emergency 24 jam yang siap menangani serangan jantung dengan tindakan Primary PCI sesuai standar internasional Door to Balloon kurang dari 90 menit. Dalam kondisi gawat darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 150990 atau menggunakan fitur Emergency Call di MyCare. Layanan ini juga bagian dari Cardiovascular Center untuk penanganan penyakit jantung secara advanced, termasuk tindakan intervensi jantung, ablasi jantung untuk aritmia, bypass, dan bedah jantung secara minimal invasif.
Untuk menjadwalkan sesi konsultasi dokter di layanan ini, masyarakat dapat mengakses MyCare dengan mudah. Informasi seputar kesehatan jantung dan promo layanan di Mayapada Hospital juga tersedia dalam fitur Health Articles & Tip di MyCare. Ada pula fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, jumlah kalori terbakar, jumlah langkah kaki, dan Body Mass Index (BMI).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar