OJK: Kinerja Jasa Keuangan Kepri Tumbuh Paling Kuat di Sumatra

Kinerja Industri Jasa Keuangan Kepulauan Riau Tumbuh Signifikan

Pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan perkembangan yang positif, khususnya dalam sektor jasa keuangan. Menurut data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, hingga September 2025, industri jasa keuangan di wilayah ini mencatat pertumbuhan paling kuat di Sumatera bagian utara.

Peningkatan Aset dan Penyaluran Kredit

Salah satu indikator utama dari pertumbuhan tersebut adalah peningkatan total aset yang mencapai 13,50%. Selain itu, penyaluran kredit juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 20,68%. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 14,20%.

"Capaian ini menunjukkan bahwa sektor keuangan Kepri mampu memberikan dukungan yang kuat untuk pembiayaan produktif," ujar Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, saat berbicara di Batam, Jumat (12/12/2025).

Tingkat Risiko yang Terkendali

Dalam hal risiko, Kepri mencatat tingkat kesehatan pembiayaan yang terbaik di kawasan. Non-Performing Financing (NPF) hanya sebesar 1,30% dari total pembiayaan sebesar Rp5,916 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa sektor keuangan di Kepri mampu menjaga kualitas pembiayaan meskipun ada tekanan eksternal.

Selain itu, kinerja pergadaian dan modal ventura juga menunjukkan percepatan signifikan. Pergadaian tumbuh sebesar 34,16%, sementara modal ventura meningkat hingga 350,85%. Meski demikian, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik.

Tantangan pada Sektor Asuransi Jiwa

Meskipun secara keseluruhan sektor jasa keuangan tumbuh positif, OJK mencatat adanya tekanan pada industri asuransi jiwa. Sektor ini mengalami kontraksi sebesar 8,26% secara tahunan. Namun, sektor asuransi umum justru tumbuh sebesar 13%, menjadikan Kepri sebagai satu-satunya wilayah di Sumatera bagian utara yang mencatat pertumbuhan positif pada segmen tersebut.

"Ini menjadi dinamika yang perlu mendapat perhatian seluruh pelaku industri untuk memperkuat ketahanan sektor perasuransian," kata Sinar.

Tantangan Utama yang Perlu Diperhatikan

Sinar juga menyebutkan beberapa tantangan utama yang dihadapi sektor jasa keuangan di Kepri. Salah satunya adalah rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat. Selain itu, keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah kepulauan juga menjadi hambatan.

"Kondisi geografis Kepri membutuhkan strategi edukasi yang lebih adaptif agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal," ujarnya.

Empat Sektor Prioritas yang akan Didorong

Empat sektor prioritas yang akan terus didorong oleh OJK Kepri meliputi perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, serta UMKM. Dengan fokus pada sektor-sektor ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Program Unggulan yang akan Diperluas

Untuk mendukung sektor-sektor tersebut, OJK Kepri akan terus memperluas beberapa program unggulan. Beberapa di antaranya termasuk Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), dukungan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, business matching, dan penguatan literasi keuangan.

"Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan formal serta melindungi konsumen dari praktik ilegal," pungkas Sinar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan