OJK: Kinerja Jasa Keuangan Kepri Tumbuh Terkuat di Sumatra

Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan Kepri yang Mengesankan

Kinerja industri jasa keuangan di Kepulauan Riau hingga September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor keuangan di wilayah tersebut mampu memberikan kontribusi besar dalam mendukung perekonomian daerah.

Peningkatan Aset dan Penyaluran Kredit

Menurut data yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, total aset dari industri jasa keuangan Kepri mengalami peningkatan sebesar 13,50%. Selain itu, penyaluran kredit juga meningkat dengan angka yang mencapai 20,68%. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik sebesar 14,20%.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa sektor keuangan Kepri memiliki kemampuan yang kuat dalam memfasilitasi pembiayaan produktif. Dengan peningkatan yang cukup pesat, sektor ini berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di wilayah Sumatera bagian utara.

Tingkat Kesehatan Pembiayaan yang Baik

Dari sisi risiko, Kepri mencatat tingkat kesehatan pembiayaan yang terbaik di kawasan. Non-Performing Financing (NPF) hanya sebesar 1,30% dari total pembiayaan sebesar Rp5,916 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa sektor keuangan di Kepri masih relatif sehat dan minim risiko.

Selain itu, kinerja pergadaian dan modal ventura juga menunjukkan percepatan yang signifikan. Pergadaian tumbuh sebesar 34,16%, sedangkan modal ventura mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa yaitu sebesar 350,85%. Meskipun demikian, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik.

Tantangan di Sektor Asuransi Jiwa

Meski kinerja sektor keuangan secara keseluruhan positif, OJK Kepri juga mengamati adanya tekanan pada industri asuransi jiwa. Sektor ini mengalami kontraksi sebesar 8,26% secara tahunan. Namun, sektor asuransi umum justru tumbuh sebesar 13%, menjadikan Kepri sebagai satu-satunya wilayah di Sumatera bagian utara yang memiliki kinerja positif di segmen tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa dinamika ini menjadi tantangan bagi pelaku industri untuk memperkuat ketahanan sektor perasuransian. Dengan kondisi ini, diperlukan langkah-langkah strategis agar sektor asuransi bisa lebih stabil dan berkembang.

Tantangan Utama yang Dihadapi

Sinar Danandjaya, Kepala OJK Kepri, menyebutkan beberapa tantangan utama yang dihadapi industri jasa keuangan di Kepri. Salah satunya adalah rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat. Selain itu, keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah kepulauan juga menjadi hambatan.

Kondisi geografis yang unik di Kepri membutuhkan strategi edukasi yang lebih adaptif. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal. Dengan meningkatkan literasi keuangan, diharapkan masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya menggunakan layanan keuangan resmi.

Empat Sektor Prioritas yang Didorong

OJK Kepri telah menetapkan empat sektor prioritas yang akan terus didorong. Keempat sektor tersebut meliputi perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, serta UMKM.

Untuk mendukung sektor-sektor ini, OJK Kepri akan meluncurkan sejumlah program unggulan. Beberapa di antaranya adalah Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), dukungan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, business matching, serta penguatan literasi keuangan.

Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan formal serta melindungi konsumen dari praktik ilegal. Dengan pendekatan yang lebih luas, diharapkan masyarakat akan lebih percaya dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan