
Kericuhan dalam Musda KNPI Sulsel Menghasilkan Dua Ketua yang Saling Klaim
Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami dinamika yang cukup menarik perhatian. Bukan hanya kericuhan, forum tersebut bahkan melahirkan dua ketua dari dua kubu berbeda. Yakni Fadel Muhammad Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi.
Mantan Ketua DPD KNPI Sulsel sekaligus Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sulsel, Imran Eka Saputra, membeberkan akar persoalan yang membuat Musda Sulsel terbelah dua. Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap jalannya Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) yang sempat dipimpin Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ludikson Siringoringo.
Menurutnya, sikap pimpinan sidang sangat jauh dari prinsip kolektif dan dialogis yang selama ini dijunjung KNPI Sulsel. "Pimpinan sidang memaksakan kehendaknya. Tidak mau mendengar dan menghargai pendapat forum. Saya kecewa karena terkesan memaksakan satu calon tertentu, sementara ada dua kandidat," ujar Imran dengan nada suara kecewa.
Ia menyebutkan praktik semacam itu tak semestinya terjadi di tubuh KNPI Sulsel. Menurutnya sejak dulu selalu rapi, tertib, dan tidak pragmatis dalam proses pemilihan. "Di KNPI Sulsel, kita punya tradisi. Kita rapi berkegiatan, tidak pernah pragmatis dalam pemilihan. Ini tiba-tiba dipaksakan menetapkan calon tertentu," tegasnya.
Kericuhan berujung pada dua Musda yang digelar dalam waktu berdekatan. Musda kubu Fadel dilaksanakan di Balai Manunggal Makassar dan menetapkannya sebagai ketua secara aklamasi. Adapun Musda kubu Vonny berlangsung dini hari di Hotel Horison dan juga menetapkannya secara aklamasi.
Keduanya sama-sama terpilih secara aklamasi pada Selasa (9/12/2025) malam. Imran menilai persoalan legitimasi tidak bisa serta-merta menyalahkan salah satu pihak. "Baik Musda kubu Fadel maupun Vonny, masing-masing ada perwakilan DPP KNPI yang hadir dan mengesahkan. Jadi tidak boleh mengatakan salah satunya tidak legitimate," jelasnya.
Ia menyebutkan penentuan siapa ketua sah sebaiknya dikembalikan kepada keputusan DPP KNPI. "Kalau soal ketua sah, lihat yang punya SK Kemenkumham. Tapi untuk hasil Musda Sulsel, biarkan DPP yang menilai secara objektif," tambahnya.
Imran tidak menutupi kekesalannya terhadap oknum DPP yang menurutnya membawa gaya otoriter ke dalam forum daerah. "Ada oknum DPP yang bermain dan merusak KNPI Sulsel. Yang memimpin sidang itu datang dengan gaya otoritas, memaksakan kehendak. Itu yang saya tidak nyaman," ungkapnya.
Ia bahkan sempat menegur langsung pimpinan sidang tersebut. "Saya bilang, kalau mau ketemu saya, temui saya sebagai mantan Ketua KNPI Sulsel. Tidak boleh masuk rumah orang dengan gaya begitu," ujarnya.
Bagian lain yang ia soroti adalah daftar 190 OKP yang mendadak diajukan sebagai peserta forum. "Saya tidak persoalkan jumlahnya. Tapi harus dicek dulu SK-nya, kepengurusannya, terdaftar di Kesbangpol atau tidak. Kita di KNPI punya buku catatan sejak dulu," kata Imran.
Menurutnya, munculnya data OKP tanpa verifikasi justru menunjukkan ada yang ingin merusak KNPI. "Kalau mau merusak KNPI, jangan begini caranya. Masa hanya gara-gara Musda, kalian mau belah-belah kita di Sulsel?" tegasnya.
Meski kecewa, Imran menilai penyelesaian konflik ini harus dikembalikan ke DPP KNPI pusat. Ia berharap keputusan nantinya objektif dan tidak memihak. "Karena terjadi dua Musda. Harusnya satu. Serahkan ke DPP untuk menentukan seperti apa arah akhirnya," tutupnya.
Sebelumnya, konflik internal kembali mengguncang Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan (DPD KNPI Sulsel). Musyawarah Daerah (Musda) yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi justru berakhir tidak satu suara. Dua forum berbeda digelar oleh dua kubu yang berselisih. Dari masing-masing forum itu lahirlah dua ketua yang saling klaim.
Yang menarik, kedua tokoh yang kini sama-sama mengklaim sebagai Ketua KNPI Sulsel adalah kader Partai Gerindra. Bahkan sama-sama anggota dari fraksi di DPRD Sulsel. Fadel Muhammad Tauphan Ansar adalah Ketua Fraksi Gerindra. Sedangkan Vonny Ameliani Suardi anggota Fraksi Gerindra.
Dualisme kepemimpinan ini bermula dari kericuhan Musda KNPI Sulsel di Hotel Horison Makassar, Senin (9/12/2025) malam. Kericuhan yang melibatkan peserta hingga pimpinan sidang membuat forum tidak dapat dilanjutkan. Pasca-insiden tersebut, masing-masing kubu memilih jalan sendiri.
Pertama, kubu Fadel menggelar Musda lanjutan di Balai Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman Makassar pada Selasa malam (9/12/2025). Dalam forum itu, Fadel Tauphan Ansar terpilih secara aklamasi dan dinyatakan sah oleh pendukungnya. Musda ini disaksikan langsung Sekretaris Jenderal DPP KNPI Almanzo Bonara. Hadir pula Wakil Ketua Umum DPP KNPI Ludikson Siringoringo. Beberapa tokoh kepemudaan juga hadir, termasuk mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel.
Kedua, kubu Vonny tetap melanjutkan Musda di Hotel Horison Makassar pada Rabu dini hari (10/12/2025). Dalam forum ini, Vonny Ameliani Suardi juga terpilih secara aklamasi. Terpilihnya Vonny disaksikan Ketua KNPI Sulsel demisioner Nurkanita Kahfi. Bahkan, Nurkanita menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Vonny.
Mantan Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra turut hadir memberi legitimasi tambahan pada forum tersebut. Usai ditetapkan sebagai ketua, Fadel langsung menyampaikan rasa terima kasih. Ucapan terima kasih itu diberikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses Musda KNPI Sulsel.
"Ini tidak terlepas dari dukungan OKP, DPD II, dan seluruh pihak," ujar Fadel. Fadel menegaskan, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar yang akan ia jalankan bersama seluruh elemen kepemudaan. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para senior, keluarga. Terlebih rekan-rekan yang memberikan dukungan penuh selama proses Musda KNPI Sulsel berlangsung.
"Terima kasih kepada senior-senior, alumni KNPI, teman-teman seperjuangan, dan terutama orang tua saya yang selalu mendukung," tambahnya. Ia pun memastikan akan bekerja untuk menyatukan kembali pemuda Sulsel serta menjaga marwah KNPI di tengah dinamika organisasi yang terjadi.
Terpisah, Vonny berkomitmen untuk memimpin organisasi kepemudaan tersebut dengan suka cita. "Saya siap mengibarkan bendera kesuksesan KNPI di Sulsel," ujarnya dengan tegas. Vonny juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan DPD II KNPI se-Sulsel. Mereka telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.
Ia mengatakan harapannya agar kepemimpinannya dapat menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh elemen pemuda tanpa kecuali. "Saya yakin sesuatu yang diniatkan dan dimulai dengan baik serta cinta maka hasilnya juga akan baik dengan pertolongan dari Allah SWT," ucapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar