Okupansi Hotel Malang Stabil, Pelaku Usaha Optimis Nataru Tingkatkan Kunjungan

Okupansi Hotel Malang Stabil, Pelaku Usaha Optimis Nataru Tingkatkan Kunjungan

Peningkatan Kepuasan Wisatawan di Kota Malang

Memasuki awak Desember, geliat pariwisata di Kota Malang mulai terasa meski belum menunjukkan lonjakan signifikan. Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tingkat okupansi hotel masih terpantau stabil di kisaran 40 hingga 50 persen. Kondisi tersebut dinilai wajar oleh pelaku industri perhotelan, mengingat tren serupa juga terjadi pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basuki, menjelaskan bahwa tingkat hunian hotel biasanya memang belum tinggi pada dua pekan pertama Desember. Menurutnya, peningkatan pemesanan kamar umumnya baru terlihat mendekati libur panjang, terutama pada pekan ketiga bulan Desember. Pola ini menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi menghadapi musim liburan akhir tahun.

Agoes menyebutkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, okupansi hotel di Kota Malang bisa melonjak hingga 70 sampai 80 persen saat memasuki puncak libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, PHRI menargetkan rata-rata tingkat hunian hotel pada momen Nataru kali ini dapat mencapai sekitar 80 persen. Target tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berwisata dan pulang kampung.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, para pelaku industri perhotelan didorong menghadirkan berbagai inovasi dan program menarik. Mulai dari penyelenggaraan acara khusus, paket menginap bertema Natal dan Tahun Baru, hingga kolaborasi antara hotel dan restoran lokal. Sinergi dengan pemerintah daerah dan media juga dinilai penting untuk memperkuat promosi wisata Kota Malang sebagai destinasi liburan.

Faktor Keamanan dan Kenyamanan

Selain faktor promosi, kondisi keamanan dan kenyamanan kota turut menjadi perhatian utama. Agoes menegaskan bahwa suasana kota yang kondusif serta cuaca yang relatif mendukung akan sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan. Jika faktor-faktor tersebut terpenuhi, optimisme terhadap lonjakan kunjungan wisatawan semakin menguat.

Optimisme serupa disampaikan oleh Cluster General Manager Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi. Ia mengungkapkan bahwa okupansi hotel yang dikelolanya menjelang Nataru sudah berada di atas angka 50 persen. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring mendekatnya hari libur Natal dan Tahun Baru.

Sugito menargetkan tingkat hunian hotelnya dapat menembus angka di atas 95 persen pada periode puncak liburan. Ia menjelaskan bahwa pola pemesanan kamar biasanya meningkat secara bertahap, dengan reservasi terbanyak masuk pada rentang H-7 hingga H-3 sebelum hari libur. Tren ini dinilai konsisten dan menjadi indikator positif bagi industri perhotelan.

Momen Penting untuk Industri Pariwisata

Secara umum, pelaku usaha perhotelan di Kota Malang memandang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai momentum penting untuk menutup tahun dengan kinerja yang lebih baik. Dengan dukungan event, paket liburan, serta promosi wisata yang masif, Malang diharapkan kembali menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menghabiskan libur akhir tahun.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan