Olah durian jadi bolen lezat, guru di Madiun raih cuan jutaan rupiah per bulan

MADIUN, nurulamin.pro - Kabupaten Madiun, Jawa Timur menjadi salah satu daerah sentra buah durian di Jawa Timur.

Cita rasa buah yang legit, manis dan harga yang ramah di kantong menjadikan durian khas Madiun banyak diburu saat musim panen tiba.

Tak hanya buahnya saja, Ayuk Prayogi Rahayu (39) seorang guru asal Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur berhasil mengolah durian menjadi kue kering bernama bolen durian.

Di tangan seorang guru SMP PGRI 2 Dagangan itu, bolen isi durian menjadi produk kuliner yang paling banyak diminati sejak dipasarkan sejak tahun 2021.

Guru Bahasa Indonesia ini bercerita ide membuat bolen berisi durian bermula saat dirinya pulang kampung halaman setelah merantau di Kota Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2021.

Saat di kampung halamannya di Desa Segulung yang merupakan sentra buah durian muncul keresahan warga lantaran harga durian saat itu anjlok saat musim panen raya.

Bahkan ada yang hanya dijual Rp 5.000 per buah untuk yang kondisi tidak layak atau busuk.

Tak patah semangat, Ayuk pun mencoba memutar otak.

Ia pun mencoba membuat bolen isi durian yang diperoleh dari petani di kampung halamannya.

“Dari kejadian itu, saya berpikir bagaimana caranya buah durian ini menjadi produk dengan harga jual lebih tinggi serta dapat memberdayakan warga sekitar. Kemudian saya coba ide membuat bolen. Dan alhamdulillah boleh isi durian ternyata banyak yang suka dan terus berkembang sampai sekarang,” ujar Ayuk, Senin (12/1/2026).

Untuk membuat bolen isi durian tidaklah sulit.

Buah durian yang dikupas diambil dagingnya saja, lalu dihaluskan dengan blender sampai lembut.

Selanjutnya, durian dimasak dengan dicampur tepung, gula, margarin hingga menjadi selai durian.

Selai durian yang sudah jadi kemudian dibungkus ke kulit bolen dilumuri kocokan telur dan ditaburi keju.

“Untuk pemanggangan butuh waktu 40 menit dengan suhu 200 derajat celcius,” kata Ayuk.

Dalam sehari, Ayuk bersama 5 orang karyawannya mampu memproduksi 400-500 buah bolen.

Tak hanya bolen durian, Ayuk juga membuat kuliner serba durian lain seperti bolu gulung durian, kemplang durian, stik durian dan egg roll durian serta bolen pisang.

“Dari produk yang saya buat, saat ini paling banyak diminati yakni bolen durian dan kemplang,” jelas Ayuk.

Agar produksi tak tergantung pada musim panen, Ayuk menyetok buah durian dan disimpan di freezer untuk 6-7 bulan ke depan.

Dengan stok itu ia dapat terus memproduksi bolen durian hingga tujuh bulan sampai musim panen durian tahun depan.

Untuk pemasaran, Ayuk biasa menitipkan produknya ke pondok durian atau penjual durian serta melalui media sosial.

Harga bolen durian besutan Ayuk ramah di kantong.

Satu kotak kuliner bolen durian terdiri delapan buah yang dibanderol harga Rp 25 ribu.

Sementara untuk produk lain seperti bolu gulung durian dijual Rp 10 ribu per mika dan kemplang durian dihargai Rp 12 ribu per bungkus.

Untuk area penjualan, Ayuk mengatakan konsumen paling banyak berasal dari Madiun dan sekitarnya.

Tak hanya itu bolen durian buatan Ayuk sudah terjual hingga Jakarta, Kalimantan dan Bali.

"Dalam sehari terjual bisa terjual 30 hingga 40 dus. Kalau sebulan omzet bisa mencapai jutaan rupiah. Alhamdulillah bisa untuk tambahan penghasilan keluarga," jelas Ayuk.

Ayuk belum dapat menjual produk buatannya dengan waktu jangka panjang lantaran tanpa pengawet.

Produksi bolen durian buatan Ayuk memiliki masa kadaluarsa maksimal 4 hari.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan