Operasi Senyap KPK di Tengah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025
Di tengah peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap yang berujung pada penangkapan sejumlah pihak terkait. Operasi ini dilakukan dalam rangka memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan menunjukkan komitmen lembaga antirasuah tersebut.
Peringatan Hakordia tahun ini memiliki tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi utama penyelenggaraan karena citranya sebagai kota pendidikan dan budaya, yang dianggap relevan dengan pendekatan pencegahan korupsi melalui jalur edukasi. Berbagai kegiatan edukatif seperti seminar, workshop, pertunjukan seni, dan penetapan kabupaten antikorupsi oleh pemerintah daerah menjadi bagian dari agenda ini.
Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh setiap 9 Desember bertujuan untuk mengingatkan dunia akan dampak merusak korupsi dan pentingnya meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya laten praktik tersebut. Momentum ini lahir dari semangat bersama negara-negara di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat komitmen global dalam memerangi dan mencegah korupsi, serta menegakkan peran Konvensi PBB Antikorupsi (UNCAC).
Sebagai negara yang telah meratifikasi UNCAC, Indonesia rutin berpartisipasi aktif dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia dan terus mendorong upaya pemberantasan korupsi melalui berbagai langkah pencegahan, pendidikan, dan penindakan.
Penangkapan Bupati Lampung Tengah
Dalam operasi terbaru, KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengamankan sejumlah pihak, termasuk Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Informasi ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, yang menyatakan bahwa OTT tersebut dilakukan setelah proses permintaan keterangan terhadap beberapa individu di Jakarta dan Lampung sejak Selasa (9/12/2025).
Penyidik kemudian melakukan tindakan tangkap tangan pada Rabu (10/12/2025) dan mengamankan lima orang. Semua pihak tersebut langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa saat ini tim masih melakukan pemeriksaan intensif kepada para pihak yang diamankan tersebut, salah satunya Bupati Lampung Tengah. Dalam pemeriksaan, Ardito Wijaya diperiksa secara terpisah.

Kehadiran Ardito di Gedung Merah Putih
Ardito Wijaya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu malam sekitar pukul 20.17 WIB. Kedatangan orang nomor satu di Lampung Tengah tersebut menjadi sorotan. Ia tampak mengenakan kemeja hitam yang dibalut jaket bermotif loreng biru, celana bahan hitam, serta topi putih. Dengan pengawalan ketat petugas, ia terlihat membawa koper di tangan kanan dan pouch di tangan kiri.
Setibanya di markas lembaga antirasuah, Ardito sempat merespons pertanyaan awak media. Ia membantah isu yang beredar bahwa dirinya sempat mencoba melarikan diri saat tim KPK melakukan penindakan. "Di rumah aja," jawab Ardito singkat.
Ia juga menyatakan dirinya dalam kondisi sehat sebelum menuju ruang pemeriksaan di lantai dua. "Alhamdulillah sehat. Boleh numpang lewat," ujarnya.

Kejadian Sebelum OTT
Sebelum ditangkap, Ardito Wijaya sempat hadiri acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Nuwo Balak Gunungsugih, Selasa (9/12/2025). Dalam kegiatan itu, Ardito memberikan pesan penting agar semua pelayanan dimulai dengan kerja ikhlas, jujur, dan penuh tanggung jawab.
"Tentunya, sesuatu yang baik harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran dalam berkerja. Sehingga, pelayanan akan terlaksana secara maksimal," kata Ardito Wijaya, Selasa (9/12/2025).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar