
Optimisme RLCO untuk Pertumbuhan Pendapatan di Tahun 2026
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), sebuah perusahaan eksportir sarang burung walet, menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap pertumbuhan pendapatannya pada tahun 2026. Direktur Keuangan RLCO, Dwiadi Prastian Hadi, menyatakan bahwa kepercayaan diri ini didukung oleh peningkatan utilitas pabrik setelah mendapatkan dana segar melalui aksi penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Saat ini utilisasi pabrik masih di bawah 50%. Dengan adanya dana IPO, kami berharap dapat meningkatkan produksi hingga lebih dari 60%,” ujarnya.
Tahun 2026, yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, menjadi momen penting bagi RLCO. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga double digit. Omzet yang ditargetkan mencapai Rp600 miliar pada tahun depan.
Selain itu, RLCO juga mengharapkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Pada akhir 2025, perusahaan berharap bisa mencatatkan laba bersih sebesar Rp35 miliar, yang merupakan peningkatan sebesar 49,06% dibandingkan posisi Rp23,48 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Ekspansi Pasar Baru
Ekspansi ke pasar baru di luar negeri menjadi salah satu faktor utama yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan laba RLCO pada 2026. Sejumlah negara baru akan dieksplorasi, antara lain Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, dan Filipina.
Menurut rencana, ekspor ke Thailand akan dilakukan pada kuartal II/2026, sedangkan AS akan dijalani pada kuartal IV/2026. Sementara itu, pasar Vietnam telah dijajaki sejak kuartal IV/2025.
Penambahan pasar ekspor tersebut diharapkan memberikan kontribusi sebesar 80% terhadap pendapatan perseroan pada tahun mendatang. Dengan demikian, RLCO akan menjajaki enam pasar ekspor melalui produk olahan pada 2026.
Penggunaan Dana IPO
Berdasarkan prospektusnya, RLCO akan memanfaatkan seluruh dana yang dihimpun dalam IPO untuk membeli sarang burung walet sebagai modal kerja. Sebesar 56,33% dari dana tersebut akan dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja dalam rencana pembelian sarang burung walet.
Sementara itu, 43,67% akan digunakan untuk penyertaan modal kepada PT Realfood Winta Asia (RWA), dengan kepemilikan saham sebesar 93,75% oleh RLCO.
Profil Perusahaan
Perusahaan ini berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur, dan telah berdiri sejak 2014. Sejak awal, RLCO fokus pada ekspor sarang burung walet sebagai lini usaha utamanya.
Di pasar internasional, produk RLCO telah menembus pasar China, Hong Kong, dan Amerika Serikat. Di sisi operasional, kapasitas produksi sarang burung walet mencapai 32 ton per Mei 2025.
Selain itu, RLCO juga memiliki kapasitas produksi 5,40 juta unit consumer goods jar, 2,52 juta unit produksi jelly, dan 1,29 juta unit kapasitas produksi powder yang dijalankan oleh anak usaha.
Portofolio Produk
Portofolio perseroan mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam, suplemen kolagen, dan nutrisi berbasis protein.
“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha,” kata manajemen dalam prospektusnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar