Pacific Caesar siap menggebrak IBL 2026: Komposisi matang dan semangat tinggi dari Surabaya

Pacific Caesar siap menggebrak IBL 2026: Komposisi matang dan semangat tinggi dari Surabaya

Pacific Caesar Surabaya Siap Hadapi IBL 2026 dengan Komposisi yang Lebih Matang

Pacific Caesar Surabaya menatap Indonesian Basketball League (IBL) 2026 dengan penuh keyakinan. Manajemen klub menyatakan bahwa komposisi pemain musim ini jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya, baik dari sisi pemain lokal maupun asing yang menjadi tulang punggung tim.

Direktur Utama Pacific Caesar Surabaya, Irsan Pribadi Susanto, menegaskan bahwa persiapan tim kali ini dilakukan lebih serius dan terstruktur. Menurutnya, skuad sudah berbulan-bulan ditangani secara penuh oleh pelatih Bedu dan Andi, sehingga chemistry dan pemahaman strategi terus berkembang.

“Dengan materi pemain yang sekarang, persiapan kami jelas lebih matang. Ini bukan tim yang dibentuk secara instan,” ujar Irsan di sela peluncuran tim di Surabaya. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pacific Caesar tidak ingin sekadar numpang lewat di IBL 2026.

Salah satu keputusan penting manajemen adalah mempertahankan Adonnecy Joshua Bramah. Pemain asal Amerika Serikat itu dinilai memberikan kontribusi besar pada musim lalu dan menjadi bagian krusial dari strategi tim untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Menariknya, Bramah disebut tidak berpikir panjang untuk kembali berseragam Pacific Caesar. Meski sempat diminati sejumlah tim lain, ia memilih bertahan karena merasa nyaman di Surabaya serta melihat potensi besar dalam skuad Pacific Caesar musim ini.

Pemain Asing yang Diperkuat

Tak hanya mempertahankan Bramah, Pacific Caesar juga melakukan penyesuaian pada komposisi pemain asing. Klub ini mendatangkan Dino Butorac asal Kroasia serta Anthony Peacock yang sebelumnya berkiprah di Liga Uruguay dan Meksiko, guna memperkuat daya saing tim.

Di sektor pemain lokal, kerangka utama tim relatif tidak banyak berubah. Mayoritas pemain tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas permainan, meskipun Pacific Caesar harus kehilangan Aven Pratama yang hijrah ke Kesatria Bengawan Solo.

Irsan juga menyoroti regulasi baru IBL yang hanya memperbolehkan tiga pemain asing tanpa status heritage. Menurutnya, aturan ini menjadi tantangan sekaligus peluang, karena semua tim dipaksa menyusun ulang strategi dengan batasan salary cap yang ketat.

“Dengan regulasi baru ini, semua tim berubah. Tapi kami justru lebih optimistis dengan komposisi yang sekarang untuk bisa masuk playoff,” tegas Irsan, menunjukkan ambisi Pacific Caesar di musim 2026.

Komentar dari Bramah

Sementara itu, Bramah menyebut Pacific Caesar Surabaya sebagai rumah keduanya. Ia menilai IBL musim ini akan jauh lebih kompetitif, sehingga peran pemain lokal menjadi sangat krusial dalam menopang performa tim sepanjang musim.

“Kami harus fokus, bekerja keras, dan menikmati setiap pertandingan. Liga sekarang lebih ketat, dan itu menuntut kesiapan penuh,” kata Bramah. Dengan semangat dan komposisi yang dinilai matang, Pacific Caesar Surabaya siap menantang peta kekuatan IBL 2026.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan