Pameran Ke-4 Disdikbud Kalsel Tampilkan Karya Seniman Banua

Pameran Ke-4 Disdikbud Kalsel Tampilkan Karya Seniman Banua

Pameran Temporer ke-4 Tahun 2025 di Museum Lambung Mangkurat

Pameran Temporer ke-4 Tahun 2025 yang digelar oleh UPTD Museum Lambung Mangkurat, bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menampilkan karya-karya seniman perupa Banua. Salah satu tokoh yang turut serta dalam pameran ini adalah maestro Gusti Solihin, seniman yang sudah dikenal di tingkat internasional.

Pameran ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari tanggal 11 Desember 2025 hingga 11 Maret 2026. Acara pembukaan resmi dilakukan oleh Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, yang secara simbolis memotong pita sebagai tanda dimulainya pameran tersebut.

Galuh Tantri Narindra menyampaikan bahwa pameran ini merupakan langkah strategis dalam mengangkat karya seniman Banua sekaligus memperkenalkan budaya Banjar melalui seni lukis kepada generasi muda. Menurutnya, pameran ini menjadi implementasi kebijakan yang bertujuan untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan yang menampilkan karya seni, budaya, dan seniman, terutama para maestro.

“Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pertumbuhan seni dan budaya di Kalimantan Selatan,” ujarnya saat memberikan sambutan pada hari pembukaan pameran.

Tantri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada para seniman dan maestro seni perupa Banua yang telah menyumbangkan karya terbaiknya. Bahkan, beberapa karya yang dipajang berasal dari seniman yang menjadi idola Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

“Ia berencana membeli beberapa karya tersebut sebagai koleksi pribadi maupun koleksi Museum Lambung Mangkurat,” tambahnya.

Tantri berharap pameran ini dapat memotivasi lebih banyak seniman Banua untuk terus berkarya dan mampu menembus panggung nasional hingga internasional. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Museum Lambung Mangkurat sebagai ruang ekspresi bagi para seniman Banua.

“Kami akan terus melakukan pengembangan. Kondisi museum memang sudah lama, dan diharapkan tahun depan dapat dilakukan renovasi. Renovasi ini tetap harus mempertahankan identitas budaya Kalimantan serta mendukung kemajuan pembangunan di bidang kebudayaan,” pungkasnya.

Beragam Karya Seniman Banua Hadir dalam Pameran

Pameran ini menampilkan berbagai karya seni yang mencerminkan kekayaan budaya Banjar. Beberapa karya yang dipamerkan memiliki makna mendalam tentang tradisi, nilai-nilai lokal, dan penggambaran kehidupan masyarakat Banua. Para seniman yang ikut serta dalam pameran ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk seniman muda dan senior yang telah membuktikan eksistensinya di dunia seni.

Beberapa karya yang dipajang juga mencerminkan perkembangan teknik dan gaya seni yang semakin modern, namun tetap menjaga akar budaya Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa seni lukis tidak hanya menjadi wadah ekspresi individu, tetapi juga menjadi sarana pelestarian dan pemajuan budaya lokal.

Tujuan Pameran untuk Generasi Muda

Selain menjadi ajang pameran seni, acara ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya seni dan budaya. Melalui pameran ini, anak-anak muda di Kalimantan Selatan dapat lebih memahami dan menghargai karya-karya seniman lokal.

Tantri menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar event tahunan, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam mengembangkan seni dan budaya di wilayah ini. Dengan adanya pameran seperti ini, diharapkan dapat memicu minat dan bakat baru di kalangan generasi muda untuk terlibat dalam dunia seni.

Peran Museum Lambung Mangkurat dalam Pembangunan Budaya

Museum Lambung Mangkurat memainkan peran penting dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu pusat kebudayaan di provinsi ini, museum ini tidak hanya menyimpan karya seni, tetapi juga menjadi tempat pelatihan, diskusi, dan kolaborasi antar seniman.

Tantri menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi dan pengembangan agar museum ini tetap relevan dengan perkembangan zaman. Meskipun kondisi bangunan masih membutuhkan renovasi, ia berkomitmen untuk menjaga identitas budaya Kalimantan dalam setiap proses pengembangan.

Kesimpulan

Pameran Temporer ke-4 Tahun 2025 di Museum Lambung Mangkurat menjadi momen penting dalam upaya mengangkat seni dan budaya Banua. Dengan hadirnya karya-karya seniman yang beragam, pameran ini tidak hanya memperkaya wawasan publik, tetapi juga menjadi motivasi bagi seniman-seniman muda untuk terus berkarya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan seni dan budaya Kalimantan Selatan dapat terus berkembang dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan