
Optimisme PT Panin Asset Management terhadap Kinerja Industri Reksa Dana pada 2026
PT Panin Asset Management (Panin AM) menunjukkan optimisme terhadap kinerja industri reksa dana sepanjang tahun 2026. Perusahaan memprediksi bahwa aset yang dikelola atau asset under management (AUM) akan mencapai angka Rp17 triliun. Hal ini menjadi target yang ambisius, mengingat pada akhir tahun 2025, AUM Panin AM berada di level Rp14,36 triliun.
Pencapaian ini merupakan penurunan dari realisasi AUM sebesar Rp15 triliun yang berhasil dicatatkan oleh Panin AM pada tahun 2024. Dari total AUM tersebut, kontribusi terbesar berasal dari reksa dana saham, dengan nilai sebesar Rp6,29 triliun pada 2025.
Strategi dan Tujuan Pertumbuhan AUM
Memasuki tahun 2026, Panin AM tetap optimis bahwa AUM perusahaan akan tumbuh secara signifikan. Namun, perusahaan tidak menargetkan pertumbuhan AUM dalam jenis reksa dana tertentu. Direktur Panin AM, Rudiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada kebutuhan nasabah, sesuai dengan preferensi dan profil risiko mereka.
“Kami menargetkan Rp17 triliun. Secara umum, kami tidak menargetkan jenis tertentu karena pilihan produk sesuai preferensi dan profil risiko nasabah,” ujar Rudiyanto kepada media.
Menghadapi Volatilitas Pasar Saham Indonesia
Menurut analisis Panin AM, kinerja pasar saham Indonesia masih cenderung volatil belakangan ini. Untuk mengurangi risiko tersebut, strategi yang diambil adalah memberikan investor eksposur terhadap efek global, terutama pasar saham Amerika Serikat (AS).
Strategi ini dilakukan sebagai respons terhadap fluktuasi pasar saham Indonesia yang sempat mengalami pelemahan pada pertengahan tahun 2025. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh pengumuman tarif Trump pada April 2025, meskipun pasar saham Tanah Air mampu mencetak 24 kali rekor baru sepanjang tahun tersebut.
“Mengingat kinerja saham Indonesia yang relatif volatil, kami menawarkan reksa dana syariah efek global yang berinvestasi di pasar saham AS,” tambah Rudiyanto.
Peningkatan AUM Industri Reksa Dana
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total AUM industri reksa dana pada Desember 2025 mencapai angka tertinggi sejak 2020, yaitu sebesar Rp679,18 triliun. Pertumbuhan AUM industri reksa dana selama tahun 2025 tergolong bergejolak.
Pada awal tahun 2025, AUM industri reksa dana sempat menyentuh level terendahnya, yaitu sebesar Rp493,95 triliun. Namun, seiring waktu, AUM mulai meningkat, mencapai Rp505,83 triliun pada April 2025.
Tren Investasi Nasabah
Pertumbuhan AUM reksa dana pada April 2025 sejalan dengan amblesnya kondisi pasar saham Tanah Air saat itu. Investor memilih untuk mempercayakan asetnya kepada manajer investasi dengan harapan mampu mendapatkan return yang lebih baik dibandingkan pasar saham.
Hal ini terlihat dari pertumbuhan reksa dana saham yang naik dari posisi Rp67,49 triliun pada Maret 2025 menjadi Rp69,83 triliun ketika pasar saham mengalami koreksi yang dalam.
Peningkatan AUM pada Akhir Tahun 2025
Pada Oktober 2025, dana kelolaan industri reksa dana telah mencapai level Rp621,67 triliun. Pada November 2025, angka tersebut meningkat menjadi Rp656,96 triliun, dan akhirnya mencapai Rp679,18 triliun pada Desember 2025.
Rudi, seorang ahli industri, menjelaskan bahwa tren penurunan suku bunga membuat ada pengalihan ke reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, terutama dari nasabah perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa investor semakin sadar akan pentingnya diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar