Pasar dan Terminal Gumumae Bula Jadi Sorotan, DPRD Akui PAD Terbuang

Pasar dan Terminal Gumumae Bula Jadi Sorotan, DPRD Akui PAD Terbuang

DPRD SBT Soroti Pengelolaan Pasar dan Terminal yang Kurang Optimal

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Ichwan Mochsal, menyampaikan kekhawatiran terkait pengelolaan Pasar Rakyat dan Terminal Gumumae di Kota Bula. Menurutnya, dua sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut belum mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian daerah.

Iwan, begitu dia dikenal, mengungkapkan bahwa terminal yang seharusnya menjadi pusat aktivitas masyarakat justru terkesan dibiarkan tanpa perhatian serius. Ia menilai bahwa terminal merupakan tempat berkumpulnya manusia dan tempat transaksi, sehingga jika dikelola dengan baik, pasar-pasar bisa lebih tertata dan retribusi dapat ditarik secara optimal untuk meningkatkan PAD.

Selain itu, Iwan juga menyampaikan beberapa keluhan dari masyarakat mengenai sarana dan prasarana pasar yang masih kurang memadai. Masalah seperti penerangan yang tidak cukup, kondisi lapak yang tidak terawat, serta masalah keamanan pasar menjadi isu utama yang selalu dibahas oleh masyarakat.

Masyarakat selalu mempersoalkan sarana pasar yang tidak menunjang. Ini harus dibenahi, ujarnya.

Meski ada beberapa masalah yang masih ada, Iwan mengapresiasi pembangunan pagar pasar yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan pagar tersebut mampu menekan angka pencurian dan meningkatkan keamanan lingkungan pasar.

Alhamdulillah pagar sudah dikerjakan. Setidaknya laporan-laporan masyarakat terkait pencurian bisa berkurang dengan adanya pagar tersebut, tambahnya.

Iwan mendesak pemerintah daerah untuk lebih serius dalam membenahi pasar dan terminal agar keduanya dapat menjadi sumber peningkatan PAD dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, pasar dan terminal ini adalah aset penting yang jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak besar bagi daerah.

Tantangan Pengelolaan Pasar dan Terminal

Pengelolaan Pasar Rakyat dan Terminal Gumumae di Kota Bula menghadapi beberapa tantangan yang perlu segera ditangani. Salah satu masalah utama adalah kurangnya perhatian terhadap fasilitas yang tersedia. Penerangan yang tidak memadai, lapak yang rusak, serta keamanan yang tidak terjamin menjadi faktor utama yang mengurangi kenyamanan pengunjung dan para pedagang.

Selain itu, infrastruktur yang tidak memadai juga menjadi kendala dalam pengelolaan pasar dan terminal. Kondisi jalan yang tidak rata, area parkir yang tidak teratur, serta kurangnya sistem pengelolaan yang efisien turut memperparah situasi.

Beberapa Faktor yang Menghambat Optimasi PAD

  • Kurangnya Pengelolaan yang Efektif: Pasar dan terminal yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan penggunaan aset yang tidak optimal.
  • Kurangnya Sarana dan Prasarana: Fasilitas seperti penerangan, keamanan, dan ruang penyimpanan yang tidak memadai mengurangi daya tarik pasar.
  • Masalah Keamanan: Tingginya tingkat pencurian dan kejahatan lainnya membuat masyarakat enggan berbelanja atau menggunakan terminal sebagai tempat transit.
  • Kurangnya Partisipasi Masyarakat: Masyarakat sering kali tidak merasa terlibat dalam pengelolaan pasar dan terminal, sehingga kurang memiliki rasa kepemilikan.

Langkah yang Diperlukan untuk Peningkatan PAD

Untuk meningkatkan PAD dari Pasar Rakyat dan Terminal Gumumae, diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

  • Peningkatan Infrastruktur: Memperbaiki fasilitas seperti penerangan, jalan, dan sistem keamanan.
  • Peningkatan Pengelolaan: Membentuk tim pengelola yang profesional dan berkompeten dalam mengelola pasar dan terminal.
  • Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan pasar dan terminal.
  • Sosialisasi dan Edukasi: Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan pasar dan terminal yang baik.

Kesimpulan

Pasar dan terminal di Kota Bula memiliki potensi besar sebagai sumber PAD yang bisa dimanfaatkan secara optimal. Namun, untuk mencapai hal tersebut diperlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, kedua aset ini bisa menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan