
Pedagang Pasar Kesamben Mulai Pindah ke Tempat Penampungan Sementara
Para pedagang di Pasar Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, mulai memindahkan aktivitas jualannya ke tempat penampungan sementara yang berada di Lapangan Desa Babadan. Perpindahan ini dilakukan pada Jumat (12/12/2025), sebagai persiapan untuk pembangunan kembali pasar yang terbakar pada tahun 2022 lalu.
Pembangunan Pasar Kesamben akan segera dimulai pada Desember 2025 ini. Sebelumnya, para pedagang sempat menjajakan barang dagangannya di area sekitar pasar setelah kebakaran menghancurkan bangunan utama. Namun, kini mereka diberikan tempat penampungan sementara agar dapat tetap berjualan selama proses konstruksi berlangsung.
Proses Relokasi dan Persiapan Pembangunan
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah pedagang telah mulai menempatkan peralatan dagang mereka di tempat penampungan sementara. Beberapa lainnya masih dalam proses menata lapak jualan. Salah satu pedagang, Eni Riyanto (50), mengatakan bahwa ia sudah pindah ke tempat penampungan sementara sejak Rabu (10/12/2025).
Menurut Eni, kondisi penjualan di tempat baru belum begitu ramai. Ia menyebutkan bahwa pelanggan masih belum sepenuhnya tahu tentang perpindahan ini. "Kondisi jualan belum begitu ramai, karena baru pindah, seperti babat lagi. Pelanggan belum tahu semua kalau pindah ke tempat penampungan sementara," ujarnya.
Meski demikian, Eni tidak mempermasalahkan relokasi ini. Ia menilai bahwa langkah ini dilakukan demi kepentingan pembangunan Pasar Kesamben. "Semua pedagang pindah ke sini (tempat penampungan sementara). Di area Pasar Kesamben steril, karena pembangunan segera dimulai," katanya.
Harapan Para Pedagang
Eni berharap pembangunan Pasar Kesamben bisa segera selesai. Dengan demikian, para pedagang dapat kembali menempati bangunan baru yang lebih baik. Kontrak yang diberikan kepada para pedagang di tempat penampungan sementara diperkirakan berlangsung selama 1,5 tahun. Perkiraan terakhir adalah bahwa para pedagang bisa kembali berjualan di Pasar Kesamben dalam waktu dua tahun.
Eni sendiri telah berjualan di Pasar Kesamben selama 10 tahun. Ia menjual daging ayam di pasar tersebut. Lapak jualannya juga ikut rusak akibat kebakaran yang terjadi pada November 2022 lalu. Setelah kejadian itu, Eni sempat berjualan dengan meja dan payung di sekitar pasar.
Tantangan dan Progres Pembangunan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi, menyampaikan bahwa pembangunan fisik Pasar Kesamben diperkirakan akan dimulai pada akhir Desember 2025. Saat ini, proses pembangunan masih berada di tahap pembersihan dan perataan bangunan lama.
Pembangunan Pasar Kesamben langsung dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp 80 miliar. Pasar yang akan dibangun memiliki dua lantai, lengkap dengan basement dan kios pedagang. Target pembangunan adalah selesai dalam waktu satu tahun.
"Saati ini, para pedagang sudah kami relokasi di tempat penampungan sementara. Pembangunan pasar targetnya selesai dalam satu tahun," ujar Darmadi.
Tantangan dan Keuntungan dari Relokasi
Relokasi para pedagang ke tempat penampungan sementara memberikan beberapa tantangan, termasuk pengaturan ulang aktivitas jual beli dan kebiasaan pelanggan. Namun, hal ini juga menjadi kesempatan bagi para pedagang untuk membangun kembali hubungan dengan pelanggan mereka. Dengan adanya tempat penampungan sementara, para pedagang dapat tetap beroperasi meskipun sedang menunggu pembangunan pasar yang lebih besar dan lebih baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar