
Pemerintah Kabupaten Malang Perkuat Perlindungan Daya Beli Masyarakat
Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat langkah perlindungan terhadap daya beli masyarakat melalui program pasar murah yang digelar secara berkala di berbagai wilayah. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi warga dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemkab Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani lonjakan harga.
Lathifah menjelaskan, pasar murah dirancang agar berbagai bahan pokok dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini dinilai penting, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat. Pemerintah daerah berupaya hadir langsung di tengah masyarakat agar manfaat program benar-benar dirasakan.
Selain membantu meringankan beban warga, pasar murah juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok. Lathifah menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari komitmen Pemkab Malang untuk menjaga kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan pasar murah, berbagai komoditas kebutuhan pokok biasanya disediakan. Mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, ayam potong, bawang merah, bawang putih, hingga cabai. Tidak hanya itu, pasar murah juga memberi ruang bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai subsektor untuk ikut dipasarkan, sehingga turut mendukung perekonomian lokal.
Lathifah menambahkan, Pemkab Malang menjalin kerja sama dengan berbagai distributor dan pelaku usaha agar harga yang ditawarkan tetap rendah tanpa mengorbankan kualitas produk. Sinergi ini dinilai penting agar masyarakat mendapatkan barang yang layak konsumsi dengan harga bersahabat.
Strategi Distribusi dan Akses yang Lebih Merata
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, menyampaikan bahwa pasar murah akan terus digelar secara bergilir di seluruh kecamatan. Total ada 33 kecamatan di Kabupaten Malang yang menjadi sasaran, dengan prioritas pada wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap pasar tradisional.
Menurut Astri, pelaksanaan pasar murah secara bergilir merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan mendekatkan akses bahan pokok kepada masyarakat, pemerintah berharap distribusi pangan menjadi lebih merata dan harga tetap terkendali.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga daya beli di tengah kondisi harga pangan nasional yang dinamis. Melalui program yang berkelanjutan, Disperindag optimistis pasar murah dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.
Astri menegaskan, pasar murah diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai penekan harga, tetapi juga sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkab Malang berkomitmen terus menghadirkan program yang berpihak pada kebutuhan warga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar