Pasca Demo Agustus, DPR Sulsel dan Makassar Siap Direnovasi

Rehabilitasi Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar

Setelah aksi demo yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu, PT Hutama Karya (Persero) akan segera melakukan rehabilitasi terhadap Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar. Hal ini dilakukan sebagai langkah penting untuk memastikan kelancaran fungsi lembaga perwakilan rakyat.

Kepala Balai PBPK Sulawesi Selatan, Baskoro Elmiawan, menekankan bahwa rehabilitasi ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas dewan serta memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Gedung DPRD merupakan simbol utama demokrasi daerah, karena di sinilah berbagai keputusan penting bagi masyarakat diambil. Dengan rehabilitasi ini, diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangunan sehingga aktivitas dewan kembali berjalan efisien.

Lingkup Pembenahan yang Dilakukan

Rehabilitasi dan rekonstruksi mencakup pembenahan menyeluruh terhadap elemen arsitektur, mulai dari lantai, plafon, dinding, kusen, atap hingga fasad bangunan. Penataan kembali ruang dalam diarahkan agar hubungan antar-ruang kerja, ruang fraksi, ruang rapat, dan area publik menjadi lebih efisien dan mudah diakses.

Ruang rapat utama dan ruang komisi direncanakan memiliki kapasitas yang lebih besar dan fleksibel, sehingga dapat menampung rapat kerja maupun dengar pendapat dengan berbagai kelompok masyarakat. Di kompleks DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Gedung Utama empat lantai dan gedung tower sepuluh lantai menjadi pusat aktivitas legislasi, didukung oleh bangunan penunjang seperti gedung aspirasi, kantin, gudang listrik, dan pos jaga.

Di Makassar, penataan difokuskan untuk mengembalikan fungsi gedung DPRD kota sebagai titik temu antara pemerintah kota dan warga, dengan perhatian pada alur sirkulasi pengunjung, pemisahan zona publik dan area kerja, serta kualitas ruang layanan.

Setelah selesai, kedua kompleks ini diharapkan menjadi lingkungan kerja legislatif yang lebih tertata, ramah bagi publik, dan adaptif terhadap kebutuhan pertemuan dan konsultasi.

Teknologi dalam Proses Rehabilitasi

Hutama Karya merencanakan penggunaan teknologi Building Information Modelling (BIM) dalam perencanaan detail dan koordinasi konstruksi. Pemodelan digital ini memungkinkan identifikasi potensi benturan antarpekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal-elektrikal secara lebih dini, sehingga risiko kesalahan di lapangan dapat ditekan.

Selain itu, teknologi pemindaian seperti Light Detection and Ranging (LiDAR) akan digunakan untuk memutakhirkan data kondisi eksisting bangunan, terutama pada titik-titik yang mengalami kerusakan, sehingga intervensi perbaikan dapat dirancang lebih tepat.

Keamanan dan Keselamatan Kerja

Dari sisi keselamatan, Hutama Karya menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan sistem pemantauan internal HK Shield untuk memastikan pekerjaan di lapangan mengikuti standar keamanan yang ketat. Pendekatan ini meliputi pengelolaan risiko kecelakaan kerja, pengawasan akses ke area konstruksi, hingga penerapan prosedur tanggap darurat.

Pada tahap operasional nantinya, peningkatan sistem keamanan gedung, termasuk proteksi kebakaran dan pengawasan area, diharapkan membuat kompleks DPRD lebih siap menghadapi dinamika kegiatan publik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan