Patriot Bersemangat: Kobar Semangat Belajar di SD Negeri 2 Wosu Morowali

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot UI di SD Negeri 2 Wosu

Pada Sabtu pagi, 22 November 2025, suasana di SD Negeri 2 Wosu terasa berbeda dari biasanya. Tawa riang dan sorak semangat terdengar dari halaman sekolah yang biasanya hanya ramai saat jam istirahat. Hari itu, para siswa kedatangan tamu istimewa, yaitu Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) yang membawa semangat baru lewat kegiatan bertajuk “Patriot Menginspirasi: Penguatan Motivasi Belajar di SD Negeri 2 Wosu.”

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat terakhir yang dipimpin oleh Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D., beserta Tim Ekspedisi Patriot yang sedang menjalankan tugas riset dan inovasi dari Kementerian Transmigrasi RI pada Agustus-Desember 2025 di Kawasan Transmigrasi Kabupaten Morowali. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian TEP UI terhadap penguatan karakter dan semangat belajar generasi muda di daerah transmigrasi Bungku, Morowali.

SD Negeri 2 Wosu terletak cukup jauh dari jalan raya utama dan pusat kota Kabupaten Morowali di Bungku Tengah. Akses menuju desa ini memerlukan perjalanan melewati area perkebunan dengan jarak tempuh sekitar 25 menit dari pusat kecamatan. Mendekati lokasi sekolah, kondisi jalanan berubah menjadi jalanan berlumpur yang sulit dilalui kendaraan. Kondisi geografis yang relatif terpencil ini berdampak pada keterbatasan fasilitas pendidikan dan akses terhadap kegiatan pengembangan siswa.

Berdasarkan observasi dan diskusi dengan pihak sekolah, SD Negeri 2 Wosu menghadapi tantangan yang cukup serius, yaitu menurunnya motivasi belajar siswa. Beberapa anak kerap absen, bahkan ada yang memilih kabur dari kelas saat jam pelajaran berlangsung. Fenomena ini mencerminkan kondisi sosial yang cukup kompleks. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Morowali, perhatian terhadap dunia pendidikan anak-anak kerap teralihkan. Faktor lingkungan keluarga, keterbatasan sarana belajar, serta kurangnya variasi metode pengajaran menjadi tantangan tersendiri bagi guru-guru di sekolah dasar ini.

Melihat kenyataan tersebut, Tim Patriot UI datang dengan pendekatan yang berbeda, yaitu kegiatan interaktif, inspiratif, dan menyenangkan yang dapat menyalakan kembali semangat belajar anak-anak Wosu. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Hamnia, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Wosu, yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian tim kampus terhadap sekolah mereka.

“Anak-anak kami butuh inspirasi. Semoga kegiatan ini bisa menjadi penyemangat baru bagi mereka untuk terus belajar,” ujarnya penuh harap. Selanjutnya, sesi penyampaian materi motivasi belajar oleh Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Feymi Angelina, S.H, berlangsung dengan interaktif. Para siswa diajak berbagi cita-cita dan berdiskusi tentang arti perjuangan dalam mencapai mimpi.

“Kalau mimpinya besar, usahanya juga harus besar,” ujarnya menyemangati para siswa yang menyimak dengan antusias. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Problem Solving Games yang menyajikan studi kasus sederhana mengenai motivasi belajar. Melalui permainan ini, para siswa diajak untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat terkait pengelolaan waktu belajar mereka sehari-hari.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Fun Activity bertajuk “Awan Harapan” yang dipandu oleh anggota TEP UI, yang dipandu oleh Mahasiswi Universitas Indonesia, Zakiyah Rasuna Nadia, Rania Putri Herdina dan Arjuna Oktavian Syabil. Melalui permainan dan aktivitas menulis harapan dan cita-citanya di secarik kertas, anak-anak belajar tentang kerja sama, keberanian, dan pentingnya memiliki impian.

Salah satu siswa, Ayu, kelas 5, dengan polos berkata, “Saya mau jadi guru bahasa inggris karena saya jago bahasa inggris dan supaya bisa bantu orang.” Ujarnya dengan penuh harapan, membuat suasana kelas seketika haru. Di akhir acara, para siswa berbaris rapi sambil tersenyum bangga memegang secarik kertas yang telah diisi dengan mimpi mereka, kemudian menempelkan kertas tersebut di awan harapan.

Meski hanya berlangsung selama dua jam, kegiatan sederhana ini meninggalkan kesan mendalam, baik bagi siswa maupun guru. “Yang penting bukan seberapa lama kegiatannya, tapi seberapa dalam pengaruhnya,” ungkap Rania, salah satu anggota TEP UI. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa belajar itu bukan beban, tapi jalan menuju masa depan yang mereka impikan.”

Kegiatan “Patriot Menginspirasi” menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tidak harus besar untuk memberi dampak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara kampus, sekolah, dan masyarakat, cita-cita mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing bukan hal yang mustahil.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan