
Persiapan Pengamanan Nataru oleh TNI AL
Pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), TNI AL mengambil peran penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas transportasi laut. Dalam rangka memastikan kenyamanan masyarakat, Angkatan Laut mengerahkan prajurit serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti kapal perang untuk mengamankan beberapa titik vital.
Salah satu rute yang menjadi fokus adalah jalur pelayaran Merak-Bakauheni, yang menjadi penghubung antara Jawa dan Sumatera. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, menyampaikan bahwa para prajurit TNI AL tetap berada di posisi siaga sepanjang masa liburan Nataru. Patroli dilakukan secara intensif mulai dari H-7 Natal hingga H+7 tahun baru.
Tidak hanya di laut, TNI AL juga melakukan pengawasan di danau dan sungai yang menjadi rute penyeberangan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari Operasi Pengamanan Terpadu yang mencakup jalur lintas laut, sungai, danau, serta titik penyeberangan strategis di seluruh wilayah perairan Indonesia.
Yayan menegaskan bahwa operasi ini melibatkan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan instansi terkait lainnya. Termasuk dalam hal ini adalah operator pelabuhan dan transportasi laut. Ia menekankan bahwa setiap kapal yang beroperasi di wilayah Indonesia harus mengaktifkan vessel monitoring system agar dapat dipantau oleh Kemenhub dan TNI AL.
Selain itu, penting untuk terus melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana keselamatan serta kesehatan di kapal-kapal yang akan digunakan dalam mendukung Nataru.
Pemantauan dan Koordinasi yang Ketat
Perwira tinggi bintang dua TNI AL tersebut memastikan bahwa pihaknya telah menyiagakan Kapal Rudal Indonesia (KRI) dan para prajurit untuk mendukung pengamanan Nataru di pelabuhan yang menjadi titik kepadatan. Tugas ini dilakukan sesuai dengan aturan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2025, khususnya yang berkaitan dengan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Fokus utama ditempatkan pada titik krusial dengan intensitas tinggi. Salah satunya adalah Lintasan Merak-Bakauheni, yang dikerahkan kekuatan dari Kodaeral III (1 KRI), Lanal Banten (4 KAL, 1 Sea Rider, 1 Patkamla, 1 RHIB), dan Lanal Lampung (1 KAL, 3 Patkamla, 1 Sea Rider).
Secara nasional, lanjut Yayan, seluruh jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) termasuk Kodaeral serta Lanal sudah menyiagakan KRI, KAL, maupun patkamla. Mereka melaksanakan tugas dengan terus berkoordinasi bersama UPT Ditjen Hubla Kemenhub di berbagai pelabuhan umum di seluruh Indonesia.
Kesimpulan
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh TNI AL, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat saat berlibur. Pengamanan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada laut, tetapi juga mencakup sungai dan danau yang menjadi rute penyeberangan. Dengan adanya koordinasi yang baik antara TNI AL dan instansi terkait, diharapkan libur Nataru dapat berjalan lancar dan aman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar