Patroli Polwan di Jakarta, Jaga Kamanan Saat Libur Akhir Tahun

Polwan Polres Metro Jakarta Pusat Lakukan Patroli Jalan Kaki di Area Keramaian

Puluhan personel Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Metro Jakarta Pusat dikerahkan untuk melakukan patroli jalan kaki di kawasan pusat perbelanjaan dan titik keramaian sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (26/12). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan mengantisipasi tindak kejahatan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat selama masa liburan, sehingga memicu peningkatan kebutuhan pengamanan. Dengan demikian, kehadiran Polwan tidak hanya bertujuan untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Kegiatan patroli dimulai pukul 15.00 WIB dan menyasar lokasi-lokasi yang selalu ramai pengunjung. Sebanyak 33 personel Polwan dipimpin oleh Kompol Zulfa, yang melakukan penyisiran di area strategis seperti Halte Transjakarta Bundaran HI, Plaza Indonesia, hingga Grand Indonesia.

Selama patroli, para Polwan melakukan dialog dengan pengunjung maupun pengguna transportasi umum. Mereka tidak ragu untuk berhenti sejenak dan berbincang dengan masyarakat. Dengan menggunakan papan imbauan, mereka mengingatkan pengunjung untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan jalanan.

Masyarakat diimbau untuk menjaga barang berharga seperti dompet, perhiasan, dan handphone agar tidak menjadi sasaran empuk aksi copet maupun jambret di tengah keramaian. Kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah tindakan kriminal yang sering terjadi di tempat-tempat ramai.

Pendekatan Humanis dalam Menjaga Keamanan Jakarta

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pendekatan humanis adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas ibu kota. Ia menyatakan bahwa Polwan hadir sebagai sahabat masyarakat.

"Kami ingin masyarakat merasa ditemani, dilindungi, dan dilayani saat beraktivitas di pusat keramaian. Rasa aman itu harus dirasakan, bukan sekadar terlihat," ujar Susatyo.

Menurutnya, patroli jalan kaki lebih efektif karena memungkinkan petugas merespons situasi di lapangan dengan lebih cepat. Ia menambahkan bahwa kehadiran Polwan membantu membangun rasa aman melalui pendekatan humanis.

"Ketika masyarakat merasa nyaman, situasi kamtibmas akan terjaga secara alami," katanya.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan Jakarta

Susatyo menekankan bahwa keamanan Jakarta bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengimbau warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

"Jika melihat hal mencurigakan atau mengalami tindak kriminal, segera laporkan kepada petugas terdekat atau melalui call center 110. Partisipasi masyarakat sangat membantu dalam menciptakan Jakarta yang aman," ucapnya.

Hingga sore hari, situasi di kawasan Bundaran HI terpantau aman dan kondusif. Kehadiran para Polwan ini mendapat apresiasi positif dari warga yang merasa lebih tenang saat berbelanja maupun sekadar jalan-jalan di jantung Jakarta. Mereka merasa didampingi dan dilindungi oleh pihak kepolisian.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan