
Permasalahan Hidran Terpendam di Jalan Majapahit, Kota Semarang
Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang menanggapi viralnya kondisi hidran yang tertimbun cor proyek jalan di Jalan Majapahit, Kecamatan Pedurungan. Kejadian ini awalnya diunggah melalui akun media sosial Sekretaris Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti. Dalam video yang diunggahnya, Ade menunjukkan kondisi hidran yang rusak dan mengingatkan agar kedepan ada koordinasi jika ada proyek serupa.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan hidran ada di PDAM, meskipun yang memanfaatkan adalah Damkar. Humas PDAM Kota Semarang, Charisma Mayang Sari menyebut perlu ada evaluasi dan pembenahan, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) perawatan dan pengawasan hidran.
"Karena ini baru viral 1 - 2 hari, saya kemarin sudah koordinasi juga dengan bagian terkait ya, Mbak. Biasanya memang untuk masalah tekanan air dan aliran air itu kan ada di transmisi distribusi. Nah, kemudian untuk masalah SOP dan pengembangan program itu ada di bidang pengembangan program. Saya coba review lagi nanti, saya pastikan," kata Mayang dihubungi Tribun Jateng, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Mayang, sebagai aset buatan manusia, hidran perlu ditinjau dan dievaluasi secara berkala, baik tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun sekali. Dia menyebut kondisi lingkungan, cuaca, hingga aktivitas di sekitar hidran turut juga memengaruhi fungsinya.
"Nah, ini SOP mungkin harus disusun ulang antara teman-teman Damkar dan juga teman-teman PDAM juga," katanya.
Sementara itu, menanggapi rencana Damkar untuk mengundang PDAM duduk bersama, Charisma menyebut pihaknya terbuka dan siap berkoordinasi.
"Kalau kami dari PDAM sifatnya menunggu, Mbak. Apabila Damkar mau audiensi, mau duduk bersama, mau kembali lagi kita optimalisasi hidran dan pasti kita refresh lagi untuk SOP dan fungsi serta penggunaannya, kita siap," katanya.
Kondisi Hidran di Kota Semarang yang Masih Kurang Aktif
Diberitakan sebelumnya, kondisi hidran terpendam cor di Jalan Majapahit, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, menjadi perhatian Damkar. Pasalnya, hidran tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung mengakui, saat ini masih terdapat sejumlah hidran di Kota Semarang yang kondisinya kurang aktif. Pihaknya berencana menggandeng PDAM untuk mengaktifkan kembali hidran-hidran yang ada, sekaligus menambah jumlah hidran di wilayah Kota Semarang.
"Tahun ini ada di konsentrasi kami. Kami akan mengajak PDAM untuk mengaktifkan hidran, apalagi nanti bisa menambah hidran di Kota Semarang," jelasnya, Jumat (2/1).
Rianung menambahkan, pemasangan hidran harus memperhatikan jaringan pipa PDAM, khususnya pipa primer berukuran besar. Ia mengatakan, hidran idealnya dipasang di lokasi-lokasi yang rawan kebakaran dan mudah dijangkau oleh petugas pemadam.
"Kalau keinginan saya itu potensi-potensi ya, di mana itu mudah terjadi kebakaran dan mudah kita jangkau. Enggak terus di perempatan (jalan), kan nanti sulit," ujarnya.
Catatan Kondisi Hidran di Kota Semarang
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti menambahkan, pihaknya telah memiliki catatan terkait kondisi hidran di Kota Semarang. Dia menyebut, dari total 79 titik hidran yang tercatat, hanya 61 titik yang masih memiliki unit hidran, dan dari jumlah tersebut hanya 10 hidran yang aktif.
Terkait hidran yang hilang atau terpendam, Ade mengungkapkan ada beberapa hidran yang tidak ditemukan fisiknya meskipun titik lokasinya tercatat. Menurutnya, tim Damkar telah melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun beberapa hidran diduga tertimbun cor atau hanya menyisakan bagian atasnya saja.
"Nah, yang hilang itu enggak tahu. Titiknya ada, teman-teman sudah mencari. Kan radiusnya kalau titik itu enggak jauh ya, paling 20 meter, terus dicari sudah enggak ada. Tapi beberapa di warga itu ada yang tinggal ujungnya saja sedikit atau mungkin malah ada yang sudah terpendam semua," bebernya.
Ade menambahkan, untuk membahas masalah ini pihaknya akan segera mengundang pihak PDAM untuk koordinasi.
"Kami sudah laporkan ke Pak Kadis, minggu depan kami akan mengundang dari pihak PDAM, akan kami sinkronkan bareng terkait ini karena mau enggak mau, suka enggak suka, Damkar enggak bisa kerja kalau enggak ada air," imbuhnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar