Pelatih Bongkar Alasan Pasangkan Raymond/Joaquin, Permainan Disebut Mirip Marcus Gideon

Raymond Indra/Nikolas Joaquin, Pasangan Ganda Putra yang Menggebrak di Akhir Tahun 2025

Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, menjadi perhatian besar setelah sukses meraih gelar juara Australian Open 2025. Ini merupakan turnamen Super 500 pertama mereka, yang berhasil diraih setelah mengalahkan pemain-pemain yang lebih tinggi peringkatnya, termasuk senior mereka Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak final.

Raymond/Joaquin mulai berlatih bersama sejak awal Januari 2025. Dalam waktu sembilan bulan sejak pertama kali dipasangkan pada Singapore International Challenge 2025, mereka mampu melonjak ke peringkat ke-24 dunia. Hal ini menunjukkan perkembangan pesat dari pasangan yang masih muda ini.

Kekuatan Teknis dan Motivasi yang Sama

Pelatih kepala ganda putra pratama PBSI, Chafidz Yusuf, memberikan penjelasan tentang kekuatan teknis dari Raymond dan Joaquin. Menurutnya, Raymond memiliki power dan pola serangan yang kuat, mirip dengan Marcus Fernaldi Gideon. Sedangkan Joaquin bertindak sebagai play maker, yang memegang peranan penting dalam menentukan arah serangan.

"Secara teknis, Raymond punya power dan pola menyerang seperti Gideon. Sementara Joaquin adalah play maker yang menentukan serangan," jelas Chafidz.

Selain itu, keduanya memiliki motivasi yang sama untuk menjadi pemain dunia dan terus berkembang. "Mereka ingin juara dan meningkatkan performa. Semangat, fokus, serta disiplin mereka tetap terjaga hingga saat ini," tambah Chafidz.

Persiapan dan Ekspektasi Pasca-Juara

Setelah meraih gelar juara Australian Open 2025, Chafidz menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Raymond dan Joaquin. Pertama, persiapan latihan harus dilakukan dengan program yang baik agar dapat meningkatkan kepercayaan diri.

"Latihan yang bagus akan menciptakan kepercayaan diri yang lebih tinggi," ujar Chafidz.

Kedua, ia mengingatkan bahwa kejuaraan yang lalu tidak boleh dijadikan beban. "Jangan jadikan juara sebagai beban, tapi sebagai motivasi. Setelah turun podium, kembali dari nol lagi," kata Chafidz.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ekspektasi. "Jangan sampai ekspektasi dari orang lain membuat keduanya terbebani. Justru, mereka harus bisa mengontrol ekspektasi tersebut."

Proses Pembentukan Pasangan

Chafidz menjelaskan bahwa pembentukan pasangan Raymond/Joaquin dimulai sejak Januari 2025. Selama tiga bulan pertama, fokus utamanya adalah pembentukan dasar-dasar latihan. Pada bulan kedua, latihan menjadi lebih spesifik, terutama dalam aspek bola, rotasi, serta kualitas serangan dan pertahanan.

Meskipun telah menunjukkan kemajuan, Chafidz menilai bahwa masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan. "Kualitas Raymond/Joaquin masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal power dan endurance. Pemain dunia memiliki pertahanan yang rapat dan sulit dikalahkan," tambahnya.

Target dan Strategi di Masa Depan

Untuk target ke depan, Chafidz menyatakan bahwa pembentukan dasar sudah cukup baik. Namun, tahun depan akan fokus pada penajaman strategi dan teknik.

Sebelum berangkat ke Australia, Chafidz tidak memberikan target tertentu, seperti masuk semifinal atau juara. Ia lebih menekankan pada cara bermain dan fokus. "Saya hanya memberi petunjuk bagaimana cara melawan lawan dengan percaya diri dan keberanian," katanya.

Dalam prosesnya, Chafidz selalu melakukan monitoring langsung dan memberikan strategi yang sesuai. "Kami sering berkomunikasi dan meningkatkan strategi agar bisa meraih kemenangan," tambahnya.

Raymond dan Joaquin telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level internasional. Dengan latihan yang konsisten dan pengendalian ekspektasi, harapan besar untuk masa depan mereka terbuka lebar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan