
Peluncuran NTT Mart By Dekranasda TTS
Pemerintah daerah kini memberikan peluang yang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov NTT bersama Dekranasda Kabupaten TTS dan Dinas PKK UMKM TTS secara resmi meluncurkan NTT Mart By Dekranasda TTS.
Dalam pidatonya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan rencana pengembangan NTT Mart melalui inisiatif One School One Product (OSOP) dan One Community One Product (OCOP). Ia menekankan pentingnya memperluas cakupan produk yang bisa dihasilkan oleh berbagai pihak, termasuk sekolah dan komunitas.
"Kita mau cek yah, apakah OSOP bisa kita kembangkan juga," ujarnya. SMK Negeri II SoE melalui jurusan busana telah menghasilkan produk tenun yang menarik, sementara dari jurusan perhotelan juga telah menghasilkan camilan pastel ubi ungu. Ini menunjukkan bahwa sekolah juga bisa menjadi sumber produksi yang berkualitas.
"Berarti sekolah juga bisa menghasilkan produk. Jadi kita OVOP itu satu desa satu produk, sekolah juga bisa bikin," tambahnya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa salah satu inovasi yang akan terus dikembangkan adalah NTT Mart khusus produk unggulan dari Sekolah. Menurutnya, produk-produk yang dihasilkan siswa-siswi di NTT tidak kalah unggul dan menarik.
"Lalu salah satu yang kami dorong kedepan adalah NTT Mart untuk sekolah-sekolah, karena sendiri punya banyak produk yang bagus-bagus. Kita jangan main-main ini, biaya pendidikan yang beli macam-macam itu jika ditotal semua berjumlah ratusan miliar," tegasnya. Ia menjelaskan bahwa pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2026 memiliki anggaran sebesar 5,8 Triliun dengan 50 persen alokasinya pada bidang pendidikan.
"Pokoknya optimis semua, yang menarik adalah hampir 50 % di sektor pendidikan. 2,7 T. Makanya saya bilang kepada teman-teman di pendidikan, mereka bilang PAD besar 1 M pertahun. Saya bilang itu kerja gampang punya, harusnya pendidikan bikin target PAD 100 M, itu baru betul," jelasnya. Gubernur menekankan pentingnya memutar dana yang tersedia agar kembali ke PAD dengan cara yang benar dan tidak melanggar hukum. Anak SMK dan SMA yang kreatif bisa berkontribusi pada PAD melalui keterlibatan dalam menghasilkan produk.
Selain OSOP, ada juga OCOP. Kelompok-kelompok yang hobinya bersepeda atau line dance juga bisa membuat OCOP sesuai dengan minat mereka. "Terserah mau bikin apa yang mencerminkan komunitas mereka," jelasnya. Hal ini menunjukkan upaya masif pemerintah provinsi dalam mendukung perkembangan ekonomi dengan menggenjot UMKM lokal.
"NTT Mart tidak kekurangan peluang untuk bikin apa saja, karena produksi dari bawah juga kuat. Ini yang kami dorong. Perkuat OVOP biar bisa isi di NTT Mart disini, perkuat OSOP biar bisa isi di sini juga, kalau sudah penuh disini baru kita bikin lagi yang punya sekolah sendiri," tegasnya. Ia juga berharap Gereja-gereja memiliki produk unggulan tersendiri, seperti OCOP (one church one product), baik itu gereja Katolik, Protestan, Gereja denominasi lain, Muslim, Hindu Budha, bikin produk.
"Karena kita di NTT ini barang banyak yang keluar mentah kita rugi. Dulu kita tanam panen jual, sekarang kita ubah sedikit jadi tanam, panen, olah dulu, kemas, baru jual. Supaya masuk NTT Mart harganya beda," ungkapnya. Sekarang mau pilih yang mana, panen langsung jual terserah, atau mau produksi lalu nilai tambah dapat kita ambil untuk masyarakat. Itu yang saat ini kita tawarkan.
Selain itu, Gubernur juga berharap adanya kerjasama yang baik dengan pihak perbankan untuk menyalurkan KUR pada penerima yang layak untuk mengembangkan usahanya. Serta dengan pelatihan manajemen keuangan pada masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong semua pihak yang mengunjungi TTS untuk mengunjungi NTT Mart juga, agar dapat berbelanja di gerai UMKM lokal tersebut. "Semua tamu yang datang di TTS, harus diajak ke NTT Mart supaya beli oleh-oleh disini," tekannya.
Kegiatan yang berlangsung hikmah ini ditutup dengan meninjau langsung produk yang dijual di gerai tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar