
nurulamin.proPelatih Persis Solo, Milomir Seslija mengatakan sulitnya membuat perubahan dalam waktu singkat sejak ditunjuk sebagai nakhoda Laskar Sambernyawa pertengahan Desember 2025.
Milomir Seslija mengambil tantangan super berat saat menerima job sebagai pelatih Persis Solo di tengah-tengah musim 2025-2026.
Dua laga sudah terlalui, namun Persis Solo tak kunjung membaik di bawah asuhannya karena pada dua laga terakhir Laskar Sambernyawa juga mengalami kekalahan.
Persis Solo memperpanjang catatan tak pernah menang dalam 14 laga dan kini mereka duduk di posisi juru kunci Super League.
Mereka punya kesempatan meraih 3 poin perdana sejak Agustus 2025 saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo pada pekan ke-16, Minggu (4/1/2026).
Akan tetapi Milomir Seslija menjelaskan kesulitan yang ia hadapi terutama untuk membangkitkan keyakinan para pemain Persis.
Situasi serupa sebenarnya pernah dihadapi Milomir Seslija saat mengambil alih posisi kepelatihan ketika tengah musim 2023-2024 bersama Persis.
Namun menurut pelatih berusia 61 tahun itu, kali ini ia menemukan kesulitan yang berbeda.
"Saya pikir sekarang lebih sulit situasinya dibanding terakhir kali saya melatih Persis Solo," kata Milomir Seslija dalam konferensi pers jelang laga Persis Vs Persita yang dihadiri nurulamin.pro.
"Ini adalah situasi yang frustrasi, tetapi kita butuh waktu."
"Kalau di terakhir kali kita punya waktu untuk memperbaiki kesalahan. Sekarang saya terjun langsung saat laga (tidak ada jeda)."
"Kita butuh keberanian, tetapi kita butuh waktu. Kalau kemarin semua orang bilang kita ada progres dalam 2 laga, tapi menurut saya tidak ada progres, kita bisa lebih baik."
"Kita harus memberikan reaksi, kita tidak menghentikan laju lawan."
"Kita mencoba memperbaiki apa yang bisa kita lakukan, saya pikir musim ini akan sangat-sangat berat. Kita harus menampilkan kerja kolektif untuk bisa tampil lebih baik," imbuhnya.
Dalam hal ini, Milo juga berpendapat bila para pemain Persis Solo mengalami mental block, kondisi psikologis di mana pikiran terasa buntu.
Ia meminta suporter tetap bersatu mendukung Persis Solo walau keadaannya tak bagus.
"Kita di momen yang tidak cukup baik, Solo sebagai sebuah kota pantas punya klub yang harus bertahan di kasta tertinggi," kata Milo.
"Kita harus tetap bersama, (bagi suporter) tidak terpisah dan memberi yang terbaik bagi Persis."
"Kita terus mendorong, komitmen."
"Mungkin pemain mengalami mental blcok dan kami mencoba usaha terbesar dan saya harap besok lebih baik," tambahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar