Pembayaran Digital dan Perjalanan Mewah Mendominasi Konsumen 2026

nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA – Tren pembayaran digital di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2026, diperkirakan bahwa transaksi digital akan semakin mendominasi, khususnya seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Perubahan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan diri wisatawan serta kebutuhan untuk melakukan transaksi lintas negara yang lebih praktis dan efisien.

Perkembangan ini terlihat dari peningkatan penggunaan dompet digital, social commerce, hingga permintaan solusi pembayaran global yang lebih mudah digunakan saat bepergian. Visa mencatat bahwa rata-rata konsumen Indonesia kini menggunakan tiga aplikasi dompet digital dalam sehari, menunjukkan pergeseran besar menuju transaksi nontunai untuk kebutuhan harian.

Selain itu, 86 persen konsumen Indonesia berbelanja melalui aplikasi, dan hampir separuh dari mereka melakukan transaksi langsung melalui media sosial. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin mobile e-commerce di Asia Tenggara.

“Orang Indonesia kini bepergian dengan lebih percaya diri, dan mereka mengharapkan tingkat kenyamanan dan keamanan yang sama di luar negeri seperti yang mereka rasakan di dalam negeri,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (31/12/2025).

Perubahan perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh generasi Z, yang mulai menetapkan prioritas finansial baru. Lebih dari separuh generasi ini berencana untuk memulai usaha atau pekerjaan sampingan. Mereka lebih mengandalkan pembayaran digital seperti dompet digital dan QR code, serta menuntut penerimaan pembayaran global saat bepergian.

Media sosial kini memiliki peran penting dalam membentuk keputusan finansial masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, platform ini telah melampaui peran konsultan tradisional, tidak hanya dalam memengaruhi pilihan metode pembayaran tetapi juga dalam menentukan pengalaman perjalanan. Komunitas digital dan influencer menjadi referensi utama, terutama dalam menentukan cara bertransaksi dan destinasi wisata.

Dari segi perjalanan, wisatawan Indonesia semakin menginginkan solusi “satu kartu untuk seluruh dunia” yang aman dan praktis digunakan di berbagai tempat, seperti bandara, transportasi, restoran, hingga tempat wisata. Meskipun demikian, kartu kredit masih menjadi pilihan utama untuk transaksi bernilai besar, seperti akomodasi dan tiket pesawat. Sementara itu, uang tunai dan kartu debit lebih sering digunakan untuk transaksi kecil.

Permintaan terhadap kartu multi-mata uang juga meningkat. Sekitar 30 persen pelancong Indonesia menggunakan kartu tersebut pada perjalanan luar negeri terakhir. Destinasi populer seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia menegaskan kebutuhan penerimaan pembayaran global untuk menunjang pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan premium.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan