
ACEH TAMIANG, nurulamin.pro
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang kini sedang berada dalam proses pemulihan setelah mengalami lumpuh total akibat banjir bandang yang menerjang pada akhir November 2025. Seluruh areal dan ruangan di lantai pertama terendam lumpur, sehingga aktivitas layanan di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terganggu selama hampir 10 hari.
Pada tanggal 9 Desember 2025, layanan pasien Unit Gawat Darurat (UGD) dan hemodialisa (cuci darah) mulai dibuka kembali. Sejak saat itu, fokus rumah sakit adalah membuka kembali UGD, layanan cuci darah, instalasi farmasi, dan layanan rawat inap.
Proses Pembersihan Pasca-Bencana
Setelah lebih dari satu bulan atau 36 hari pascabencana, pelayanan RSUD Aceh Tamiang mulai pulih meski sejumlah ruangan masih berlumpur. Pantauan pada Rabu (31/12/2024), para pekerja relawan secara bergantian melakukan pembersihan ruangan secara manual.
Sebagian pekerja mengeruk lumpur menggunakan sekop, lalu mengangkutnya dengan gerobak sorong ke areal belakang rumah sakit. Salah seorang pekerja, Bayu, yang telah bekerja selama enam hari, mengaku kesulitan karena jarum bekas masih berserakan sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.
"Kesulitannya banyak, karenanya jarum-jarum bekas itu masih berserakan jadi kita harus ekstra hati-hati. Untuk bekas lumpurnya juga lumayan tebal," ujarnya.
Upaya Pemulihan dan Kendala
Direktur Utama RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra menyatakan bahwa konsentrasi saat ini adalah membersihkan seluruh areal rumah sakit yang masih tertimbun lumpur. Ia menjelaskan, permasalahan lumpur cukup kompleks dan sulit dibersihkan karena alat berat tidak bisa masuk, sehingga dikerjakan manual.
"Secara manual tiap-tiap kamar dibersihkan. Itu yang memang butuh waktu. Sekarang bisa dibilang 70 persen ruangan sudah bersih," katanya.
Selain itu, permasalahan saluran pembuangan yang masih terkendala akan segera ditangani oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU). "Mungkin dalam waktu satu atau dua minggu ke depan (pembersihan) bisa selesai sepenuhnya," ujarnya.
Layanan yang Telah Berjalan
Andika menambahkan, layanan gawat darurat di UGD, rawat jalan, rawat inap, dan cuci darah terus berjalan. Pasien rawat inap sudah ada sejak 9 Desember 2025, dengan jumlah sekitar 30 orang.
"Poliklinik sudah buka juga, ruang operasi, rawat inap 2 kamar, dan laboratorium," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar