
Tren Penyaluran Pembiayaan yang Kuat Memengaruhi Prospek Industri Pergadaian
Industri pergadaian di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, khususnya dalam hal penyaluran pembiayaan. Menurut data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan oleh lembaga pergadaian mencatat pertumbuhan sebesar 38,89% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp120,45 triliun pada Oktober 2025. Hal ini memberikan harapan positif bagi prospek industri tersebut hingga tahun 2026.
Direktur Riset Core Indonesia, Etika Karyani Suwondo, menyatakan bahwa tren penyaluran pembiayaan yang kuat menjadi katalis positif bagi perkembangan industri pergadaian. Ia menilai bahwa potensi pertumbuhan akan terus berlanjut, dengan pertumbuhan sebesar 46,76% YoY per Desember 2024. Selain itu, ia juga menyoroti pertumbuhan perusahaan pergadaian yang meningkat sebesar 12%, dengan total aset yang naik 23% dan pendapatan yang tumbuh sebesar 37,5%.
Etika juga mengungkapkan bahwa penguatan industri pergadaian telah didorong oleh terbitnya Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025–2030 oleh OJK. Roadmap ini menjadi panduan strategis untuk memperkuat sektor pergadaian dalam jangka panjang.
Namun, meski ada banyak peluang, Etika tidak menampik adanya tantangan yang harus dihadapi oleh industri pergadaian pada tahun depan. Beberapa tantangan utama antara lain adalah rendahnya kreativitas sumber daya manusia (SDM), keterbatasan modal untuk ekspansi dan digitalisasi, serta rendahnya literasi konsumen terhadap layanan gadai.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Etika menyarankan agar perusahaan pergadaian meningkatkan inovasi digital, memperkuat perlindungan konsumen, dan membangun kapabilitas SDM yang lebih adaptif. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan layanan digital, diversifikasi produk, dan kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra pembiayaan usaha kecil.
Etika juga menambahkan bahwa regulasi perlu diperkuat untuk mendukung pertumbuhan sehat industri pergadaian. Regulasi tersebut harus mendorong digitalisasi layanan, perlindungan konsumen, serta memberikan insentif bagi praktik berkelanjutan. Dengan adanya roadmap terbaru dari OJK, diharapkan industri pergadaian dapat berkembang secara lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, Etika melihat bahwa pengembangan produk digital dan perluasan jenis agunan bisa menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan industri pergadaian. Dengan memperluas opsi agunan, perusahaan pergadaian dapat menjangkau lebih banyak nasabah dan meningkatkan daya saing.
Momentum Akhir Tahun Berpotensi Tingkatkan Permintaan Pembiayaan
Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK lainnya OJK, Agusman, menyebut bahwa momentum akhir tahun, termasuk periode libur panjang, berpotensi meningkatkan kebutuhan pembiayaan jangka pendek masyarakat. Hal ini diperkirakan akan berdampak positif terhadap kinerja industri pergadaian hingga akhir tahun.
Agusman menegaskan bahwa prospek industri pergadaian masih positif dengan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Ia menilai bahwa arah pengembangan dan penguatan sebagaimana tertuang dalam Roadmap Pergadaian 2025–2030 akan menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan penyaluran pembiayaan, inovasi digital, dan penguatan regulasi, industri pergadaian diharapkan mampu tetap bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan yang ada. Di masa depan, sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari sistem keuangan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar