Pembukaan blokade segera! 8 negara Muslim besar serang Israel, tuntut akses bantuan Gaza tanpa batas

Pembukaan blokade segera! 8 negara Muslim besar serang Israel, tuntut akses bantuan Gaza tanpa batas

Tuntutan Kolektif Negara-Negara untuk Akses Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Para menteri luar negeri dari delapan negara, termasuk Indonesia, Yordania, dan Arab Saudi, menunjukkan langkah solidaritas yang kuat. Mereka meluncurkan tekanan kolektif terhadap Israel, meminta pihak tersebut memastikan operasi kemanusian di Gaza dan Tepi Barat berjalan lancar. Desakan ini disampaikan secara resmi melalui akun media sosial milik Kementerian Luar Negeri RI.

Tuntutan para menteri sangat spesifik dan mendesak. Mereka menginginkan akses yang berkelanjutan, dapat diprediksi, dan tanpa batasan bagi PBB serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk hambatan terhadap organisasi kemanusian adalah tindakan yang tidak dapat diterima oleh komunitas global.

Para pekerja kemanusiaan di garis depan mendapatkan pujian tinggi. Menlu secara khusus menyoroti peran vital UNRWA dan LSM lain yang terus bertahan membantu warga sipil Palestina di tengah kondisi yang sangat sulit dan kompleks. Mereka bekerja dalam situasi yang penuh tantangan, namun tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada korban perang.

Keprihatinan mendalam diungkapkan atas memburuknya situasi secara drastis. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan badai telah memperparah penderitaan, mengungkap kerapuhan kondisi di lapangan yang sebenarnya sudah sangat kritis. Situasi ini semakin memperkuat kebutuhan akan bantuan kemanusian yang lebih cepat dan efektif.

Gambaran kondisi pengungsi sungguh memilukan. Hampir 1,9 juta orang terpaksa tinggal di tempat penampungan yang tidak memadai, dengan tenda robek, kamp terendam banjir, dan bangunan rusak yang ambruk. Paparan suhu dingin diperparah dengan malnutrisi. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan dan keselamatan penduduk.

Risiko kesehatan semakin mengerikan. Kombinasi kondisi hidup yang buruk dan cuaca ekstrem memicu ancaman wabah penyakit yang mematikan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. Banyak dari mereka tidak memiliki akses cukup terhadap layanan kesehatan dan perlengkapan dasar.

Negara-negara ini secara tegas mendukung resolusi perdamaian. Mereka menegaskan kembali dukungan penuh pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2720 dan Rencana Komprehensif Presiden AS, dengan tujuan mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan dan mengakhiri perang. Dukungan ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.

Pemulihan awal menjadi prioritas. Mereka menekankan perlunya segera menyediakan hunian yang layak dan tahan lama untuk melindungi warga dari cuaca ekstrem, sebagai bagian dari upaya mengurangi penderitaan kemanusian yang berkepanjangan. Perlu ada langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal pengungsi.

Tekanan terhadap komunitas internasional ditingkatkan. Para menlu mendesak dunia untuk menunaikan tanggung jawab moral dan menekan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, agar mencabut pembatasan akses untuk segala bantuan pokok, mulai dari tenda hingga bahan bakar. Mereka menilai bahwa bantuan kemanusian harus diberikan tanpa hambatan.

Seruan akhir mereka jelas dan tegas: buka semua jalur bantuan! Mereka menuntut penyaluran bantuan kemanusian yang komprehensif dan tanpa hambatan ke Gaza, serta pembukaan segera Penyeberangan Rafah di kedua arah sesuai kesepakatan internasional, sebagai langkah penyelamatan nyawa. Mereka berharap tindakan ini bisa segera diwujudkan untuk mencegah penderitaan yang semakin parah.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan