Pembunuh Anak Politikus PKS Cilegon Ditangkap Saat Mencuri di Rumah Warga


CILEGON, nurulamin.pro
– Seorang terduga pelaku pembunuhan anak dari anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman, akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

Pelaku yang dikenal dengan inisial HA (30 tahun) ditangkap saat sedang melakukan aksi pencurian di sebuah rumah warga di Kota Cilegon, Banten.

HA, yang merupakan warga asal Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat (2/1/2026). Penangkapan tersebut dilakukan di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon.

“Iya (ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon),” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/1/2026).

HA ditangkap saat beraksi mencuri di rumah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Aksinya diketahui oleh pembantu rumah tangga yang kemudian meminta bantuan warga untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Polisi yang tiba di lokasi berhasil mengamankan HA yang sedang bersembunyi di dalam rumah.

Mengakui Pembunuhan Anak Maman Suherman

Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM (9 tahun), anak Maman Suherman, yang terjadi pada Selasa (16/12/2025).

Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Wajah HA terlihat dalam foto yang diunggah melalui status WhatsApp Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama. Dalam foto tersebut, HA tampak duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon mengenakan kaus hitam dan celana hitam, dengan tangan terborgol menggunakan dua tali ties.

Di foto yang sama juga terlihat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan dan Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.

Namun, Dian belum bersedia mengungkap motif maupun identitas lengkap pelaku.

“Nanti (disampaikan) pada saat ekpos resmi,” ujar dia.

Kronologi Singkat Pembunuhan

Sebelumnya diberitakan, pembunuhan bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan.

Saat itu, Maman yang sedang berada di tempat kerja langsung pulang ke rumah.

Setibanya di rumah dan membuka pintu, ia mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami 19 luka tusukan benda tajam.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan