Pembunuh Anak Politisi PKS Ditangkap Saat Menjaga Rumah Mantan DPRD

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS

Seorang pelaku pembunuhan anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian. Pelaku yang diketahui sebagai spesialis rumah kosong ini ditangkap saat mencoba melakukan aksi pencurian di rumah mewah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, di Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Jumat (2/1/2026).

Menurut keterangan dari anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana, pelaku melancarkan aksinya saat kondisi rumah saudaranya sedang sepi. Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut kerap kosong setiap akhir pekan karena ditinggal pemiliknya ke BSD, Tangerang. “Soalnya setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang,” ujarnya.

Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV), yang kemudian dilaporkan ke Polsek Cilegon. Dede mengungkapkan bahwa pada hari Minggu (28/12), terjadi pencurian di rumah tersebut. “Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan,” jelasnya.

Brankas hasil curian yang tertinggal itu membuat pelaku kembali ke rumah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon tersebut untuk melakukan aksi pencurian kedua kalinya. Pada momen tahun baru, rumah kembali sepi. Nah, pada Jumat siang itu kebetulan ada asisten rumah tangga (ART) di rumah. Pelaku ini sepertinya melanjutkan aksinya karena sebelumnya belum berhasil membongkar brankas.

Pada aksi kedua tersebut, pelaku kepergok oleh ART yang sedang membersihkan rumah majikannya. Pelaku panik dan melarikan diri, namun terpeleset. Tak lama kemudian, ART menghubungi warga setempat dan pihak kepolisian. “Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas. Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari,” tuturnya.

Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh. ART kemudian meminta tolong dan menelepon saudara Dede yang sedang liburan di luar kota. Saudara Dede lalu menghubungi warga, karyawan, termasuk menelepon polisi. Pelaku akhirnya bersembunyi di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Saat ditangkap, sudah ada darah, kemungkinan lecet karena membentur tangga.

Dede mengaku penangkapan pelaku berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol kepada warga. “Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang,” jelasnya.

Identitas Pelaku Terungkap

Dede menyebut, pelaku merupakan spesialis pencuri rumah mewah. Saat penangkapan berlangsung, kata Dede, terungkap identitas pelaku yang ternyata karyawan di perusahaan besar. “Soalnya dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri,” tutupnya.

Polisi Belum Ungkap Identitas Pelaku

Terpisah, Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, belum bisa membeberkan secara detail terkait identitas pelaku maupun kronologi penangkapannya. “Mohon waktu,” ujar Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, Jumat (2/1/2026).

Kronologi MAHM Tewas Bersimbah Darah

MAHM ditemukan bersimbah darah di rumahnya kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan/Kabupaten Cilegon, Selasa (16/12/2025). Saat ditemukan, kondisi tubuh korban penuh luka tusukan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat rumah Maman disatroni oleh pelaku perampokan. Ketika anak korban memergoki aksi pelaku dan berteriak, pelaku yang panik langsung menusuk korban dengan pisau sebelum akhirnya melarikan diri.

Kejadian memilukan ini terungkap sekitar pukul 14.20 WIB saat Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar sangat panik meminta pertolongan. Maman yang saat itu sedang berada di tempat kerja segera bergegas pulang. Setibanya di rumah, ia mendapati putranya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat. Ia langsung membawa sang anak menggunakan mobil menuju Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Namun sayang, setibanya di rumah sakit, pihak dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal mengonfirmasi bahwa korban mengalami luka fatal akibat tusukan benda tajam. Kebenaran mengenai isu perampokan mulai jadi teka-teki ketika polisi memastikan tidak ada barang-barang berharga yang hilang dari rumah Maman.

Bukan Perampokan

Polisi memastikan anak Anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon ini meninggal dunia bukan karena peristiwa perampokan. Bocah berusia 9 tahun itu tewas karena pembunuhan. Hal ini diketahui setelah Polres Cilegon memeriksa delapan orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari sekitar lokasi. Hal ini diakui Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama. “Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit. Dari Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan pembunuhan jadi bukan perampokan,” katanya.

Polisi memastikan, tidak ada barang-barang berharga yang hilang dari rumah Maman. Kepastian itu didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah. “Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ungkap Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu (17/12/2025).

Saat peristiwa berdarah itu terjadi, hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah mewah itu. Semantara Maman dan istrinya sedang tak berada di rumah karena tengah bekerja. "(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan ini, jadi masing-masing gitu. Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha kan gitu," ungkap Sigit.

Di sisi lain, kamera CCTV yang berada di rumah mewah tersebut tidak bisa merekam apapun lantaran rusak. Disebutkan, CCTV di rumah yang berada di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Kota Cilegon itu telah rusak selama dua minggu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan