Pembunuh Berantai Paling Mengerikan dalam Sejarah AS yang Beraksi 40 Tahun


Samuel Little, pembunuh berantai dengan jumlah korban terbanyak dalam sejarah Amerika Serikat.

Pada tahun 2019 lalu, FBI mengonfirmasi bahwa Samuel Little adalah salah satu pembunuh berantai paling mengerikan dalam sejarah AS. Dalam wawancara yang dilakukannya, ia mengaku telah melakukan 93 pembunuhan selama 40 tahun. Pria ini terkait dengan 50 kasus pembunuhan antara tahun 1970 hingga 2005. Sejak 2012, dia menjalani hukuman seumur hidup setelah dihukum karena membunuh tiga wanita.

Little menargetkan korban-korbannya yang rentan, terutama perempuan. Banyak dari mereka adalah pekerja seks atau pengguna narkoba. Menurut pejabat, Little, yang dulunya adalah petinju, sering menggunakan kekerasan fisik seperti meninju dan mencekik korban. Hal ini menyebabkan beberapa kasus pembunuhannya tidak mudah dikenali sebagai pembunuhan yang sadis. Beberapa jenazah bahkan belum ditemukan sampai saat ini.

FBI menyatakan bahwa semua pengakuan Little dapat dipercaya. Menurut analis kejahatan FBI, Christie Palazzolo, Little percaya dirinya tidak akan tertangkap karena merasa tidak ada yang memperhatikan korbannya. Meskipun sudah dipenjara, FBI tetap yakin penting untuk memberikan keadilan kepada setiap korban.

Penegak hukum masih mencoba memverifikasi 43 kasus tambahan yang diklaim oleh Little. Para pejabat telah mengungkap informasi lebih lanjut tentang lima kasus di Kentucky, Florida, Louisiana, Nevada, dan Arkansas. Tujuannya adalah untuk membantu mengidentifikasi korban yang belum dikonfirmasi.

FBI juga membagikan potret buatan Little tentang para korban yang dibuatnya di penjara. Potret-potret ini diharapkan bisa membantu proses identifikasi. Selain itu, mereka juga menerbitkan video wawancara dimana Little menjelaskan detail-detail pembunuhan yang dilakukannya.

Dalam salah satu wawancaranya, Little menceritakan sebuah kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berusia 19 tahun. Pembunuhan itu terjadi di jalan kecil dekat kebun tebu. Ia kemudian menyeret jenazahnya. "Tanahnya gembur, aku meninggalkannya dan membiarkannya jatuh tengkurap."

Sampai saat ini, belum jelas apakah Little akan dikenakan tuntutan tambahan terkait pengakuan barunya. Dia ditangkap pada 2012 karena kasus narkoba di Kentucky dan kemudian dipindahkan ke California, tempat petugas melakukan pemeriksaan DNA.

Little memiliki catatan kejahatan yang panjang, mulai dari perampokan hingga pemerkosaan di berbagai bagian AS. Hasil DNA menghubungkannya dengan tiga pembunuhan yang belum terungkap pada tahun 1987 dan 1989 di Los Angeles.

Ia pernah menyatakan diri tidak bersalah di pengadilan, tetapi akhirnya dihukum penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengampunan. Setelah itu, dia menjalani program Violent Criminal Apprehension Program (ViCAP) FBI.

VICAP adalah program yang menganalisa pelaku kejahatan kekerasan dan seksual berantai. Informasi yang didapat digunakan untuk memeriksa kasus kejahatan yang belum terungkap.

Pada tahun 2018, petugas Texas, James Holland, bersama tim ViCAP melakukan wawancara dengan Little di California. Mereka mengatakan bahwa Little setuju untuk berbicara dengan harapan akan dipindahkan ke penjara lain.

Holland bertemu dengan Little hampir setiap hari agar bisa membuat gambaran lengkap tentang kejahatannya. Proses wawancara ini menjadi langkah penting dalam upaya memahami sejauh mana kejahatan yang dilakukan Little.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan