
Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Kabupaten Ende
Pemerintah Kabupaten Ende menerima laporan dan pemaparan hasil survei lapangan penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ende (Diskominfo Ende). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Jumat (14/9/2025).
Survei lapangan dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (8–11 September 2025), sebagai bagian dari tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat terkait percepatan penyelenggaraan pemerintahan digital sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ende, Maria Yasinta Wonga Sare, ST, M.Sc, menjelaskan bahwa tim survei ITS yang berjumlah empat orang, yakni Revina selaku ketua tim, Febri Pujiani, Cahyo Joyo, dan Ihsan Sutanto, bersama Diskominfo Ende telah melakukan survei pada 48 titik. Lokasi survei meliputi perangkat daerah, bagian-bagian pada Setda Ende, sampel kecamatan dan kelurahan dalam kota, RSUD Ende sebagai sampel rumah sakit, serta Puskesmas Kota sebagai sampel fasilitas layanan kesehatan.
Survei tersebut mencakup kondisi terkini, dukungan data dan informasi, serta arah pengembangan digitalisasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE. Enam domain yang menjadi fokus survei meliputi domain layanan SPBE, proses bisnis, data dan informasi, aplikasi SPBE, infrastruktur SPBE, serta keamanan SPBE.
Ketua Tim Survei ITS, Revina, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pelaksanaan survei lapangan berjalan dengan baik berkat dukungan penuh Diskominfo Ende dan respons cepat dari para Person in Charge (PIC) di masing-masing perangkat daerah dalam memenuhi kebutuhan data.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Ende, Hiparkus Heppi, SE, dalam arahannya menegaskan bahwa hasil survei lapangan menjadi dasar penting dalam melengkapi data dan informasi untuk menyukseskan penyusunan Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Kabupaten Ende.
“Kekurangan data yang masih ada harus segera dilengkapi melalui komunikasi intensif dengan PIC perangkat daerah. Pemerintah Kabupaten Ende mendukung penuh penyusunan dokumen ini, dan seluruh tahapan harus berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyusunan SPBE merupakan bagian dari transformasi digital pemerintah melalui Program Prioritas Pemerintah Digital (Pemdi) 2025–2029, yang mencakup penguatan tata kelola, penguatan teknologi, pengembangan budaya dan kompetensi digital ASN, transformasi digital layanan publik prioritas, serta penguatan ketersediaan dan pemanfaatan data.
Sementara itu, Diskominfo Ende mencatat bahwa seluruh tahapan penyusunan dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE akan berakhir dengan presentasi akhir yang dijadwalkan pada 12 Desember 2025.
Pertemuan evaluasi tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan, diisi dengan pemaparan, diskusi, serta evaluasi teknis guna memastikan kelengkapan data dan kesesuaian dengan target penyusunan dokumen.
Melalui inovasi JATABARA, Diskominfo Kabupaten Ende terus mendorong percepatan penyelenggaraan pemerintahan digital, mendukung implementasi Ende Smart City, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), meningkatkan kapasitas ASN, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
JATABARA merupakan akronim dari nama lokal Burung Elang Flores, satwa endemik yang hidup dan berkembang biak di Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar