
ACEH BESAR, berita
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh oleh pemerintah pusat.
Menurut Muharram, bantuan dari pusat terasa lamban dan setengah hati, padahal bencana kali ini melanda 18 Kabupaten/Kota. Ia menilai, seharusnya sejak awal Aceh sudah ditetapkan status Bencana Nasional.
Muharram melihat langsung kondisi masyarakat, baik di Aceh Besar maupun wilayah terdampak parah. Ia menyebut kondisi masyarakat sangat memprihatinkan. "Butuh perhatian besar untuk masyarakat di Aceh. Di wilayah terdampak berat, masyarakat itu mencuci beras pakai air sungai," katanya pada berita, Jumat (12/12/2025) malam di posko penanganan bencana Aceh Besar.
Selain itu, pasca banjir dan longsor, kondisi masyarakat makin memberatkan akibat pemadaman listrik berkepanjangan, putusnya jaringan komunikasi, langkanya gas elpiji 3 Kg, stok bahan pangan menipis, dan banyak infrastruktur rusak.
"Kondisi saat ini memang sangat krusial, masyarakat sangat membutuhkan gas, listrik, dan jaringan komunikasi. Saya atas nama pemerintah Aceh Besar, memohon kepada Pemerintah Pusat untuk lebih tegas dan fokus terhadap musibah yang terjadi di Aceh," ujarnya.
Upaya Pemerintah Aceh Besar
Pemerintah Aceh Besar telah mengirim surat kepada BNPB pusat untuk memaksimalkan penyaluran gas elpiji 3 kilo ke wilayah terdampak.
"Kebutuhan kita banyak, tapi yang masuk cuma sedikit saja. Tidak ada usaha atau upaya untuk mempercepat. Itu masalahnya. Maka kami surati tadi, tembusannya ke Gubernur Aceh dan Presiden," ungkap Muharram.
Muharram juga menyoroti kondisi penerbangan di Aceh. Hingga 16 hari pasca bencana, penerbangan Banda AcehMedan hanya ada satu maskapai, satu kali sehari, yang penuh terus.
"Sekarang untuk menjangkau Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang harus menggunakan jalur yang bersambung dari Medan, karena beberapa jembatan dari Banda Aceh putus," katanya.
Bupati Aceh Besar menegaskan, kondisi masyarakat di Aceh Besar dan Banda Aceh tidak baik-baik saja. Banyak UMKM tutup karena kekurangan gas elpiji, warung-warung banyak tutup, dan sebagian masyarakat terpaksa memasak menggunakan kayu.
"Ada yang tidak memasak pergi ke warung-warung, tapi warung pun tutup. Jadi tidak tahu juga kek mana, sebagian masyarakat sudah memasak menggunakan kayu. Makanya kami berharap pemerintah pusat lebih fokus terhadap kebutuhan masyarakat," katanya.
Harapan Penetapan Status Bencana Nasional
Muharram menilai penetapan Bencana Nasional seharusnya dilakukan sejak awal agar provinsi lain maupun bantuan luar negeri bisa masuk. Namun, keputusan tetap berada di tangan pemerintah pusat.
"Kalau memang nasional menetapkan sebagai Bencana Nasional itu lebih bagus. Provinsi lain juga bisa ambil bagian dan juga luar negeri. Tetapi kalau begini tidak sanggup. Berat, kita sekarang cuma bisa bertahan saja," ujarnya.
"Yang penting hari ini saya selaku pimpinan daerah meminta hak-haknya masyarakat dipenuhi. Perhatian pusat masih sangat kurang dan lambat," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar